FPKG Desak Bupati Ismet Mile Ikuti Jejak Adhan Dambea: “Kita Boikot Bank SulutGo!”

Foto Istimewa

Poota.id, Gorontalo – Gelombang kritik terhadap pengelolaan keuangan daerah melalui Bank SulutGo (BSG) semakin meluas. Front Pemberantas Korupsi Gorontalo (FPKG) kembali turun ke jalan, mendesak Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, agar segera mengikuti langkah berani Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang telah memindahkan rekening kas umum daerah (RKUD) dari Bank BSG ke bank lain.

Dalam aksinya, Koordinator FPKG Fahrul Wahidji menegaskan bahwa langkah ini mendesak dilakukan menyusul temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK 2023 yang mengungkap dugaan kerugian daerah hampir Rp300 miliar akibat cacat tata kelola di Bank BSG.

“Pak Wali Kota Adhan Dambea sudah memberi contoh nyata. Beliau berani memindahkan RKUD ke Bank BTN sesuai aturan. Kenapa Bupati Bone Bolango tidak bisa melakukan hal yang sama?” tegas Fahrul.

FPKG menilai DPRD maupun kepala daerah tidak boleh berdiam diri melihat potensi kerugian yang bisa berulang. Langkah boikot Bank BSG disebut sebagai sinyal politik sekaligus tindakan penyelamatan keuangan daerah.

Baca Juga :  FPKG Layangkan 8+2 Tuntutan Keras ke Bupati dan DPRD Bone Bolango

“Kita boikot Bank BSG! Jangan biarkan uang rakyat terus dipertaruhkan di bank yang penuh masalah. Bupati Ismet Mile harus segera bertindak,” seru Fahrul dalam orasi di depan massa aksi.

Selain mendesak pemindahan RKUD, FPKG juga menuntut seluruh kepala daerah di Gorontalo untuk menarik saham penyertaan modal daerah dari Bank BSG. Menurut mereka, langkah ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko korupsi dan kerugian finansial.

“Jika saham daerah tetap ditanamkan di BSG, itu sama saja mempertaruhkan keuangan rakyat. Harus ada keberanian kepala daerah untuk memutuskan, demi kebaikan Gorontalo,” tambah Fahrul.

Desakan FPKG ini sekaligus menambah tekanan publik kepada Bupati Ismet Mile agar tidak berlama-lama mengambil sikap. Publik menanti apakah Bupati Bone Bolango akan mengikuti jejak berani Wali Kota Adhan Dambea atau tetap bertahan dengan kebijakan lama.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Piala Dunia U-17 2025 Setelah Kalahkan Yaman 4-1

“Jangan tunggu masalah makin besar. Ini soal keberanian politik, soal menyelamatkan uang rakyat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *