Poota.id, Boalemo – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak menjelang libur panjang Lebaran. Imbauan ini menyusul peringatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah daerah di Indonesia.
Sutriyani mengatakan, hingga Maret 2026 Kabupaten Boalemo masih dalam kondisi aman karena belum ditemukan kasus campak.
“Alhamdulillah untuk Kabupaten Boalemo sampai saat ini masih nol kasus campak. Namun masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang libur Lebaran,” ujar Sutriyani, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, mobilitas masyarakat yang meningkat saat mudik Lebaran berpotensi memicu penyebaran penyakit menular, termasuk campak, khususnya pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
“Menjelang mudik Lebaran mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, saat ini terdapat sekitar 11 provinsi dan 29 kabupaten/kota di Indonesia yang terdampak KLB campak. Sementara di Provinsi Gorontalo, pada tahun 2025 tercatat tiga kabupaten yang sempat mengalami KLB campak, dengan kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Pohuwato.
Selain itu, Dinas Kesehatan Boalemo juga sudah menyiapkan pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik layanan seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik untuk menjangkau lebih banyak anak.
Sutriyani juga mengajak para orang tua untuk memastikan status imunisasi anak mereka sudah lengkap guna mencegah penularan campak.
“Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak. Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap,” katanya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di tempat ramai.
Ia juga mengingatkan agar anak yang mengalami gejala campak tidak dibawa bepergian dan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
“Jika anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan agar tidak menularkan kepada orang lain,” pungkas Sutriyani.













