Poota.id, Gorontalo – Aktivis Fahrul Wahidji, Koordinator Front Pemberantas Korupsi Gorontalo, kembali menyoroti kasus dugaan korupsi di Bone Bolango. Fahrul meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk turun tangan menangani kasus-kasus yang mangkrak di Kabupaten Bone Bolango.
Fahrul Wahidji menyoroti temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2022-2023 pada Dinas BKPSDM dan Dinas Keuangan Bone Bolango. Ia meminta agar kasus-kasus tersebut ditangani secara serius dan transparan.
“Kami telah melaporkan beberapa kasus dugaan korupsi di Bone Bolango, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang signifikan. Oleh karena itu, kami meminta Kejagung dan Mabes Polri untuk turun tangan dan mengusut tuntas kasus-kasus tersebut,” ujar Fahrul.
Fahrul juga meminta agar aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menangani kasus-kasus korupsi. “Kami ingin agar semua kasus dugaan korupsi ditangani secara adil dan transparan, tanpa pandang bulu,” tambahnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, Kejati Gorontalo telah menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus-kasus korupsi di daerah tersebut. 1 kasus korupsi Bansos di Bone Bolango , dan 1 kasus di Provinsi Yang menyandera Kadis PUPR Provinsi Gorontalo yang menunjukkan bahwa aparat penegak hukum serius dalam menangani kasus-kasus korupsi ¹.
Kami berharap Kejagung dan Mabes Polri dapat menindaklanjuti laporan kami dan meminta Aph Di bawahnya mampu bersinegri memberantas korupsi dan mengusut tuntas kasus-kasus dugaan korupsi di Bone Bolango.













