Pemkot Gorontalo Perkuat Penanganan HIV Pascatemuan 37 Kasus Baru

Poota.id, Gorontalo Kota — Pemerintah Kota Gorontalo bergerak cepat memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kasus HIV/AIDS menyusul ditemukannya 37 kasus baru di wilayahnya dalam kurun waktu November 2025 hingga Maret 2026. Angka tersebut mencakup porsi terbesar dari total 83 kasus baru yang tercatat di tingkat Provinsi Gorontalo pada periode yang sama.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, melalui Juru Bicara Pemkot Gorontalo Jeffry As. Rumampuk, menegaskan bahwa lonjakan temuan kasus ini harus disikapi secara serius tanpa memicu kepanikan maupun stigma negatif terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

“ 37 kasus ini menjadi sinyal yang harus ditindaklanjuti dengan serius, tetapi tidak boleh direspons dengan kepanikan ataupun stigma,” ujar Jeffry.

Jeffry menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil deteksi dan penemuan kasus, sehingga analisis epidemiologis serta penelusuran oleh tenaga kesehatan masih terus berjalan. Untuk menanggulangi hal ini, Pemkot Gorontalo akan memperluas skrining dini, menjamin keberlanjutan pengobatan pasien, dan masif melakukan edukasi hingga ke tingkat kelurahan, sekolah, keluarga, dan media sosial.

Baca Juga :  Lahmuddin Hambali Ajak Warga Teladani Perjuangan Ulama

Guna memastikan efektivitas penanganan, Pemkot fokus menjaga ketersediaan stok obat Antiretroviral (ARV) di seluruh fasilitas kesehatan agar tidak terjadi putus obat akibat kendala administratif atau distribusi. Selain itu, jaminan kerahasiaan identitas pasien menjadi prioritas utama sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, serta Perda Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kota Gorontalo 2025–2029.

Berdasarkan data komprehensif, dari 83 kasus di tingkat provinsi, sebanyak 63 merupakan kasus HIV dan 20 kasus AIDS. Dominasi penderita berada pada kelompok usia produktif, yakni 45 kasus pada rentang usia 25–49 tahun dan 34 kasus pada usia 15–24 tahun.

Baca Juga :  Bupati Boalemo Lantik Pj Kades Mustika dan Saripi

Pemerintah Kota Gorontalo mengimbau warga yang mengalami gejala atau memiliki risiko untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

“Pesan Pak Wali Kota adalah jauhi perilaku yang berisiko, bukan menjauhi manusianya. Obat sudah tersedia dan kerahasiaan pasien dijamin penuh oleh standar pelayanan kesehatan kami,” pungkas Jeffry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *