Poota.id, Gorontalo – Aliansi Front Pemberantas Korupsi (FPK) Gorontalo menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Gorontalo, Jumat (23/10/2026). Aksi ini menyoroti penanganan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, yang diduga melibatkan setoran dana operasional alat berat.
Dalam orasinya, Fahrul Wahidji anggota FPK Gorontalo membeberkan dugaan adanya alokasi dana operasional sebesar Rp50 juta untuk setiap unit alat berat jenis ekskavator yang beroperasi di kawasan PETI Saritani.
Dugaan aliran dana ini dinilai memperkuat indikasi bahwa aktivitas ilegal tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penindakan yang memadai. Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan serta konsistensi penegakan hukum dari aparat berwenang.
“Kami mendesak Kapolda Gorontalo mengambil langkah tegas karena penanganan aktivitas PETI di Boalemo selama ini dinilai belum menunjukkan penegakan hukum yang objektif dan adil,” ujar Fahrul.
Lebih lanjut, dirinya menuntut agar isu dugaan aliran dana operasional ini tidak berhenti sebagai konsumsi publik semata.
FPK Gorontalo juga menyatakan kesiapan mereka untuk menyampaikan laporan resmi beserta dokumen dan bukti-bukti pendukung apabila tuntutan transparansi ini tidak segera ditanggapi oleh pihak kepolisian.











