Poota.id, Boalemo – Nama bos Harson mencuat di tengah maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Saritani, Kabupaten Boalemo. Meski alat berat miliknya sempat diamankan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Boalemo pada beberapa bulan lalu, pelaku usaha tambang ilegal tersebut terinformasi masih bebas beroperasi hingga saat ini.
Berdasarkan penelusuran media ini, bos Harson diketahui memiliki 4 alat berat di lokasi penambangan Saritani. Keberaniannya untuk terus beraktivitas diduga kuat karena adanya perlindungan dari oknum aparat kepolisian yang berada di belakangnya.
Tak hanya mengoperasikan alat berat di lokasi tambang, Harson juga diduga salah satu yang turut mengendalikan mobilisasi alat berat lain yang akan masuk ke kawasan PETI Saritani.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Harson bertindak sebagai orang kepercayaan dari oknum aparat untuk mengurus alat beratny.
“Dia orang kepercayaannya oknum cokelat pak. Dia yang urus-urus alat dan juga penimbun solar,” ungkap sumber tersebut saat dikonfirmasi.
Selain itu, sumber tersebut menambahkan bahwa Harson juga berperan sebagai penampung atau pembeli emas hasil pengerukan tambang ilegal di kawasan tersebut. Statusnya sebagai warga lokal diduga turut membuatnya merasa tenang dalam melakukan aktivitas PETI.
“Selain itu juga dia pembeli emas dari hasil PETI. Dia orang sana pak, jadi mungkin dia merasa aman. Apalagi dia punya beking di belakang,” tambahnya.
Kondisi ini memicu perhatian publik terkait penegakan hukum di wilayah hukum Polres Boalemo. Sorotan kini tertuju pada ketegangan antara supremasi hukum dan dominasi oknum-oknum yang diduga melindungi aktivitas tambang ilegal tersebut.













