Aksi Mahasiswa di BPJN Gorontalo Ricuh, Adu Mulut dengan Pegawai Nyaris Berujung Baku Hantam

Poota.id, Gorontalo — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa IAIN Gorontalo di depan Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo berakhir ricuh. Ketegangan antara massa aksi dan pegawai kantor nyaris berujung pada bentrokan fisik setelah terjadi adu mulut hebat di lokasi demonstrasi, Selasa (10/2/2026).

Kericuhan bermula saat mahasiswa mendatangi kantor BPJN Gorontalo untuk mempertanyakan dugaan penyelewengan anggaran pada sejumlah proyek pembangunan jalan nasional yang dinilai bermasalah secara teknis maupun administrasi.

Situasi mulai memanas ketika massa aksi melakukan pembakaran ban di depan gerbang kantor sebagai bentuk protes. Ketegangan meningkat saat petugas keamanan BPJN berupaya memadamkan api, yang kemudian memicu insiden di tengah kerumunan massa.

Koordinator aksi, Fahrul Wahidji, mengungkapkan bahwa aksi awalnya berlangsung kondusif sebelum insiden tersebut terjadi.

“Awalnya aksi berjalan aman. Namun saat pemadaman ban, terjadi insiden yang mengenai mata saya. Bahkan koordinator lapangan kami mengalami luka lebam yang diduga akibat pukulan dari oknum yang tidak dikenal,” ujar Fahrul.

Baca Juga :  Bupati Rum Pagau Lantik Hariyono Bokingo sebagai Direktur PDAM Tirta Boalemo

Insiden tersebut memicu saling maki antara massa aksi dan sejumlah pegawai BPJN Gorontalo. Kedua belah pihak sempat saling berhadapan dan nyaris terlibat adu jotos. Aparat kepolisian dari Polres Bone Bolango yang berjaga di lokasi segera bertindak untuk melerai dan mengamankan situasi sehingga bentrokan massal dapat dihindari.

Menanggapi kejadian tersebut, Presiden Mahasiswa IAIN Gorontalo, Wahyu Mohamad, menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan represif yang dialami peserta aksi.

“Kami mengecam keras tindakan represif dan intimidasi terhadap mahasiswa. Kekerasan terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi rakyat adalah bentuk kemunduran demokrasi,” tegas Wahyu.

Wahyu menyatakan pihaknya akan mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa untuk menggelar aksi lanjutan (jilid II) dengan jumlah massa yang lebih besar. Selain itu, mahasiswa juga menuntut pencopotan Kepala BPJN Gorontalo, yang dinilai gagal mengelola institusi dan membiarkan terjadinya kekerasan dalam aksi demonstrasi.

Mahasiswa juga menyerukan boikot terhadap aktivitas BPJN Gorontalo hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Baca Juga :  Dinkes Boalemo Gelar Rapat Persiapan Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji 2026

Selain persoalan kericuhan, Aliansi Mahasiswa IAIN Gorontalo tetap menekankan tuntutan substansial, yakni mendesak audit menyeluruh terhadap proyek-proyek pembangunan jalan nasional yang diduga bermasalah serta meminta klarifikasi terbuka dari pimpinan BPJN Gorontalo terkait dugaan penyelewengan anggaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPJN Gorontalo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kericuhan maupun tudingan penyelewengan anggaran yang disampaikan massa aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *