Daerah  

Haru dan Syukur, 37 Warga Gorontalo Sukses Jalani Operasi Sumbing di Boalemo

POOTA.ID- Senyum baru dan secercah harapan kini tengah dirajut oleh puluhan warga di Provinsi Gorontalo. Sebanyak 37 pasien dari berbagai kabupaten dan kota di daerah ini terjadwal mendapatkan penanganan medis melalui kegiatan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Langit-Langit yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Clara Gobel (RSCG), Kabupaten Boalemo.

​Program kemanusiaan yang berlangsung pada 5–8 November 2026 ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan medis khusus namun terkendala oleh biaya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi strategis antara Program Studi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) bersama Yayasan Sekar Lintas Nusantara, serta mendapat dukungan penuh dari Smile Train.

​Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Boalemo sebagai pusat pelaksanaan baksos kesehatan tersebut.

Baca Juga :  PENAS XVII 2026 di Gorontalo, Syarlan Kiayi: Momentum Emas Kebangkitan Ekonomi Daerah

Menurutnya, kesempatan ini merupakan momentum berharga bagi masyarakat luas untuk memperoleh pelayanan operasi rekonstruksi langsung dari dokter spesialis berpengalaman secara gratis.

​“Alhamdulillah, Gorontalo mendapatkan kesempatan ini dan pelaksanaannya dipusatkan di Boalemo. Ini patut kita syukuri, karena masyarakat mendapatkan pelayanan operasi yang seluruh biayanya ditanggung secara gratis,” ungkap Rum Pagau saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di RSCG.

​Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa penanganan medis yang diberikan tidak sebatas memperbaiki bentuk bibir semata, melainkan mencakup tindakan rekonstruksi langit-langit mulut hingga koreksi hidung sesuai tingkat kebutuhan pasien. Bahkan, dalam satu pasien bisa dilakukan dua hingga tiga tindakan operasi sekaligus demi hasil yang optimal.

​Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Boalemo tidak hanya menyediakan fasilitas rumah sakit, tetapi juga menyiapkan skema dukungan bagi pasien yang mengalami kendala biaya transportasi untuk melakukan kontrol dan penanganan lanjutan ke depan.

Baca Juga :  Mimpi Putih Dongker Nurzamillah Tertunda, Hardi Syam Mopangga Serukan Keadilan dari Pusat

​“Kalau masyarakat tidak memiliki biaya untuk datang kembali, pemerintah daerah harus berupaya membantu. Jangan sampai mereka terkendala hanya karena persoalan transportasi, sementara pelayanan operasinya sudah diberikan secara gratis,” tegasnya.

​Melalui sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan lembaga kemanusiaan ini, diharapkan para pasien tidak hanya pulih secara fisik, namun juga kembali mendapati fungsi kesehatan yang baik, tumbuh kembang yang optimal, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi untuk menatap masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *