Daerah  

Posyandu Boalemo Bidik Pemerataan 100% di 2027

POOTA.ID- Penyelenggaraan Posyandu dan implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Boalemo menunjukkan progres yang signifikan. Hingga saat ini, program tersebut telah sukses menjangkau 52 desa dengan tingkat capaian menyentuh angka 63,4 persen.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Boalemo, Ny. Hartati Moha Pagau, S.Pd., M.Si., saat memaparkan materi dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Selasa (3/11/2026).

​Hartati menyampaikan bahwa capaian 63,4 persen ini menjadi pelecut semangat sekaligus motivasi besar bagi jajarannya untuk mempercepat pemerataan layanan posyandu di seluruh desa di Kabupaten Boalemo.

​”Tentunya, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk mempercepat pemerataan penyelenggaraan posyandu di seluruh desa di Kabupaten Boalemo,” ujar Hartati di hadapan para peserta Rakorda.

​Sepanjang tahun 2026, upaya penguatan layanan dasar di Boalemo terus digenjot melalui enam bidang SPM yang meliputi sektor Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan bidang Sosial.

Baca Juga :  Bupati Rum Pagau Buka Turnamen Bupati Cup U12 di Alun-Alun Tilamuta

​Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Boalemo telah menetapkan target ambisius untuk tahun 2027 mendatang, yakni membidik pemerataan menyeluruh. Fokus utamanya adalah menggenjot peningkatan kapasitas seluruh kader posyandu secara merata melalui dukungan riil program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu.

​”Insya Allah tahun 2027 nanti, kami akan menargetkan peningkatan kapasitas seluruh kader melalui 6 bidang SPM dari dukungan program OPD pengampu,” tegasnya.

​Hartati juga menekankan bahwa optimalisasi fungsi posyandu menuntut adanya aksi nyata dari semua pihak. Menurutnya, keberhasilan program ini bukan sekadar urusan koordinasi di atas kertas, melainkan kehadiran langsung OPD terkait di tengah masyarakat.

​”Posyandu ini membutuhkan kerja nyata, bukan hanya koordinasi di atas kertas, tetapi membutuhkan OPD yang hadir dalam melaksanakan 6 bidang SPM,” tandasnya.

Baca Juga :  Empat Puskesmas di Boalemo Raih Peringkat 10 Besar Capaian CKG Tingkat Provinsi

​Melalui ajang Rakorda se-Provinsi Gorontalo ini, ia mengajak seluruh kabupaten/kota untuk menjadikannya sebagai ruang strategis dalam saling belajar, berbagi pengalaman, serta menyatukan langkah dan komitmen bersama.

​”Mari kita jadikan Rakorda ini sebagai ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, menyatukan langkah membangun komitmen bersama, agar implementasi 6 bidang SPM di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo semakin optimal. Posyandu kuat, pelayanan dasar meningkat, dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *