Daerah  

Jejak Patriot di Pesisir Boalemo: Menggali Potensi Komoditas Perikanan diPaguyaman Pantai

Poota.id, Boalemo – Tim Ekspedisi Patriot IPB University sedang melakukan kegiatan identifikasi potensi komoditas perikanan di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dengan durasi kegiatan dari bulan Agustus sampai Desember 2025. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menggali potensi komoditas unggulan perikanan daerah serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Wilayah Paguyaman Pantai dikenal memiliki perairan alami dengan potensi sumber daya laut yang belum sepenuhnya tergali. Secara administratif, kecamatan ini terdiri dari delapan desa, yaitu Desa Lito, Bubaa, Bangga, Limbatihu, Apitalawu dan Olibu yang terletak
di sepanjang pesisir, serta Desa Towayu dan Bukit Karya yang berada di wilayah daratan. Sebagian besar masyarakat Paguyaman Pantai menggantungkan mata pencaharian dari hasil laut dengan menggunakan alat tangkap tradisional yakni jaring dan pancing senar.

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara bersama masyarakat setempat, diketahui bahwa ikan tuna, cumi-cumi, dan ikan roa merupakan komoditas perikanan yang paling banyak ditangkap dan menjadi tumpuan ekonomi warga pesisir.

Baca Juga :  Safari Ramadan, Lahmudin Hambali Serahkan 1.250 Paket Bantuan untuk Kaum Dhuafa

Dari hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa ikan tuna dan cumi-cumi memiliki nilai jual mentah yang cukup tinggi di pasar lokal. Namun, hingga saat ini masyarakat masih menjual hasil tangkapan tersebut dalam bentuk segar tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi ini membuat potensi peningkatan nilai ekonomi dari kedua komoditas tersebut belum
termanfaatkan secara optimal.

Kemudian ikan roa justru menunjukkan potensi ekonomi yang lebih berkembang. Masyarakat setempat telah mengolah ikan ini menjadi berbagai produk turunan seperti ikan asap, sambal roa, dan abon ikan. Kegiatan pengolahan ikan roa dapat ditemukan di Desa
Bangga, yang kini dikenal sebagai salah satu sentra pengolahan hasil perikanan di wilayah Paguyaman Pantai.

Menurut Camat Paguyaman Pantai, Steve D.J. Ahaliki, S.STP, potensi komoditas perikanan di wilayahnya sangat besar, namun belum tergarap secara optimal karena berbagai keterbatasan. Nelayan masih menggunakan perahu kecil dengan mesin di bawah 10 PK, sehingga hasil tangkapan terbatas. Selain itu, masyarakat menghadapi kendala seperti sulitnya bahan bakar, tidak adanya cold storage, minimnya pelatihan serta TPI di Desa Bubaa yang tidak berfungsi secara optimal.

Baca Juga :  FPKG Desak Polres Bone Bolango Panggil Sekda dan BPKSDM untuk Dimintai Keterangan

Beliau berharap, melalui kegiatan Ekspedisi Patriot IPB University bisa membuka jalan baru bagi ekonomi masyarakat dan dapat memperkenalkan berbagai potensi perikanan Paguyaman Pantai ke berbagai pihak.

“Kami sangat berharap kehadiran tim IPB bisa membantu membuka jalan bagi ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi Paguyaman Pantai ke lebih banyak pihak,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *