Poota.id, Gorontalo — Pemilihan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo periode 2025–2029 tengah menjadi sorotan, terutama dengan munculnya sosok calon rektor termuda, Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna, M.M, yang baru berusia 37 tahun. Dikenal dengan nama akrab “Luqu”, pria kelahiran Gorontalo ini bukan sekadar akademisi muda, tetapi juga inovator berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Sejumlah pencapaian Luqu telah mengantarkannya menjadi tokoh muda yang diperhitungkan dalam dunia pendidikan Islam. Salah satunya adalah kiprahnya dalam kegiatan berskala internasional seperti AFEBIS serta kolaborasi lintas negara dalam pengembangan riset dan akademik.
Tak hanya cerdas, Luqu juga dikenal humoris, mudah bergaul, dan cepat beradaptasi dengan berbagai kalangan. Karakter kepemimpinan yang kuat namun tetap membumi menjadikannya sosok yang dikagumi, tak hanya oleh rekan sejawat, tetapi juga oleh mahasiswa, alumni, dan tokoh pendidikan di Gorontalo.
Prestasi Luqu tak datang begitu saja. Salah satu mantan guru madrasah yang pernah mendidiknya mengungkapkan rasa haru dan bangganya.
Dukungan pun terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang mengenal sosok Luqu sebagai pribadi yang konsisten memperjuangkan kemajuan pendidikan Islam berbasis teknologi dan inovasi global.
Banyak yang berharap, terpilihnya calon muda seperti Dr. Luqmanul Hakiem dapat menjadi angin segar bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo, menghadirkan semangat baru, memperluas jejaring internasional, serta membawa kampus ke arah kemajuan yang lebih inklusif, adaptif, dan kompetitif.
Dengan segudang prestasi, semangat muda, dan kepemimpinan visioner, Luqu kini berdiri di pintu gerbang perubahan. (*)













