Poota.id, Boalemo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boalemo bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kementerian Kesehatan dan Puskesmas Saritani melaksanakan intervensi pencegahan malaria dengan menyasar pekerja tambang di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui pemberian paket chemoprevention malaria kepada pekerja tambang yang merupakan salah satu kelompok masyarakat dengan risiko paparan malaria, khususnya mereka yang beraktivitas di wilayah dengan potensi penularan penyakit tersebut.
Tim kesehatan terlebih dahulu melakukan pendataan dan identifikasi pekerja tambang yang menjadi sasaran intervensi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai malaria, mulai dari cara penularan, tanda dan gejala, pentingnya pemeriksaan kesehatan, hingga upaya perlindungan diri dari gigitan nyamuk Anopheles.
Selanjutnya, para pekerja tambang diberikan paket chemoprevention malaria sesuai dengan ketentuan dan petunjuk dari tenaga kesehatan yang berwenang.
Selain pemberian paket tersebut, petugas juga menekankan pentingnya perlindungan diri saat beristirahat, termasuk penggunaan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun lokasi kerja, serta segera melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada malaria.
Intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan pekerja tambang terhadap risiko malaria sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.
Dinkes Boalemo bersama BKK Kemenkes dan Puskesmas Saritani juga terus memperkuat intervensi pada kelompok masyarakat berisiko tinggi sebagai bagian dari upaya pengendalian dan eliminasi malaria di Kabupaten Boalemo.
Kegiatan tersebut menyasar pekerja tambang di Desa Saritani dengan fokus pada edukasi, pemberian paket chemoprevention malaria, serta penguatan upaya pencegahan penularan malaria.













