Poota.id, Boalemo – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Gorontalo memicu krisis ketersediaan air bersih di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Hal ini terjadi setelah Sungai Dimito yang menjadi sumber air baku mengalami kekeringan parah hingga debitnya anjlok drastis.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, mengungkapkan bahwa penurunan debit air di wilayah tersebut kini berada di tingkat yang sangat mengkhawatirkan.
“Debit air di Wonosari turun drastis, tadinya 20 liter per detik sekarang tinggal 1 liter per detik,” ujar Hariyono, Sabtu (31/10/2026).
Penurunan kapasitas hingga 95 persen ini menjadi tantangan serius bagi pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memburuk jika cuaca panas dan kekeringan terus berlangsung tanpa diimbangi dengan curah hujan yang memadai.
Di tengah keterbatasan pasokan air baku tersebut, Perumda Tirta Boalemo berupaya melakukan langkah mitigasi darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. Salah satu prioritas penyaluran saat ini difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di Sekolah Rakyat.
Namun, upaya penanggulangan ini dihadapkan pada kendala sarana yang terbatas. Saat ini, Perumda Tirta Boalemo hanya mengandalkan satu unit mobil tangki yang telah berusia sekitar 23 tahun untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan.
” Satu armada ini tidak hanya melayani Kecamatan Wonosari, tetapi juga harus membagi waktu untuk menjangkau Kecamatan Paguyaman, sebagian wilayah Dulupi, sebagian Tilamuta, serta Kecamatan Mananggu,” ungkapnya.
Keterbatasan armada dan menyusutnya debit air membuat pihak manajemen harus menerapkan sistem pengaturan prioritas. Jika kekeringan Sungai Dimito terus berlanjut, dibutuhkan langkah antisipasi yang terukur agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi.













