Poota.id, Boalemo – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, dilaporkan semakin gencar beroperasi. Aktivitas ilegal tersebut diduga ditopang oleh pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang terus mengalir tanpa hambatan.
Berdasarkan pantauan dan keterangan warga di lapangan pada Sabtu (31/10/2026), puluhan gelong BBM solar diduga ilegal tampak leluasa didistribusikan melintas di depan polsek setempat tanpa adanya tindakan penertiban. Solar tersebut diangkut dengan mobil pickup berplat DM 8028 BB dari wilayah Isimu, Kabupaten Gorontalo, dengan tujuan akhir lokasi PETI di Saritani, Boalemo.
“Ini muatan dari Isimu ke Saritani lagi, Pak. Start kerja PETI Saritani lagi, Pak,” ungkap salah seorang warga setempat, Sabtu (31/10/2026).
Warga tersebut juga menegaskan bahwa aktivitas penambangan liar di kawasan hutan Saritani terus berjalan tanpa henti. Pasokan BBM yang masuk secara masif menjadi indikator utama masih beroperasinya alat berat excavator penambangan di lokasi tersebut.
“Aktivitas jalan terus pak di atas. Buktinya solar masuk terus,” ujarnya menambahkan.
Maraknya distribusi BBM ilegal ini memicu sorotan tajam terhadap kinerja penegak hukum. Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah penindakan nyata dari jajaran Polres Boalemo untuk menghentikan operasional PETI Saritani.
Warga menyebutkan, razia atau penindakan yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu dinilai tidak efektif. Pasalnya, penertiban tersebut tidak disertai dengan penyitaan atau penurunan alat berat dari lokasi oleh pihak kepolisian.
Padahal, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan puluhan alat berat jenis ekskavator masih beroperasi bebas di dalam kawasan hutan Saritani. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kerusakan lingkungan yang lebih parah jika pembiaran terhadap rantai pasok logistik tambang ilegal ini terus berlanjut.













