Wabup Lahmudin Hambali Dorong Akselerasi Peningkatan SPM Kesehatan, Targetkan Layanan Dasar Merata di 2025

Foto Istimewa

Poota.id, Gorontalo — Pemerintah Kabupaten Boalemo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar bagi seluruh masyarakat. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, saat membuka kegiatan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan tingkat Kabupaten Boalemo tahun 2025, yang digelar di Grand Q Hotel Gorontalo, Rabu (29/10/2025).

Lahmudin menekankan bahwa evaluasi SPM bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan momentum penting untuk memperkuat sistem pelayanan publik agar semakin merata dan berkualitas di seluruh wilayah Boalemo.

“Kegiatan evaluasi SPM ini memiliki arti yang sangat penting dalam upaya kita mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Boalemo. Ini adalah wujud nyata tanggung jawab konstitusional pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar warga negara di bidang kesehatan,” ujar Lahmudin.

Menurut Lahmudin, Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan ketentuan wajib yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018. Dalam regulasi tersebut, bidang kesehatan termasuk dalam enam urusan wajib pelayanan dasar yang menjadi prioritas pembangunan daerah, karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

“Bidang kesehatan bukan hanya urusan teknis, tapi urusan kemanusiaan. Pemerintah harus hadir memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, memperoleh layanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkualitas,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Lahmudin memaparkan sejumlah indikator SPM yang memerlukan perhatian dan percepatan, antara lain:

Pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir, yang masih menghadapi tantangan pemerataan tenaga kesehatan di wilayah terpencil.

Baca Juga :  Dinkes Boalemo Ingatkan Bahaya Campak: Sutriyani Lumula Tekankan Pentingnya Imunisasi Sejak Dini untuk Selamatkan Generasi

Pelayanan gizi bagi balita dan remaja putri, yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara dinas kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Penanganan penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS, yang perlu diperkuat melalui deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan.

Peningkatan layanan untuk penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang terus meningkat akibat perubahan pola hidup masyarakat.

Lahmudin menegaskan, upaya perbaikan di empat sektor ini akan menjadi tolak ukur utama keberhasilan Boalemo dalam mewujudkan visi Boalemo Sehat 2025.

Wakil Bupati Boalemo juga menyampaikan lima arahan penting bagi seluruh perangkat daerah, terutama bagi jajaran Dinas Kesehatan dan pemerintah desa, untuk memastikan pencapaian target SPM tahun 2025 berjalan optimal.

Perkuat koordinasi lintas sektor. SPM kesehatan bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PMD, hingga pemerintah desa.

Gunakan data dan teknologi digital. Pendataan capaian SPM harus dilakukan secara digital, akurat, dan terintegrasi agar menjadi dasar kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Dorong partisipasi masyarakat. Puskesmas, kader kesehatan, dan pemerintah desa menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi serta pelayanan langsung ke masyarakat.

Lakukan evaluasi berkala. Setiap triwulan perlu ada tinjauan capaian agar intervensi dan perbaikan strategi bisa dilakukan tepat waktu.

Bangun budaya pelayanan berintegritas. Tenaga kesehatan harus bekerja dengan semangat melayani, menjaga etika, dan menjunjung tinggi keadilan sosial.

“SPM kesehatan tidak akan tercapai hanya dengan dokumen atau laporan. Diperlukan kerja nyata, komitmen moral, dan semangat melayani dari seluruh jajaran kesehatan Boalemo,” tegas Lahmudin.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Gorontalo Bagikan Helm Gratis di Simpang Lima Telaga, Edukasi Keselamatan Jadi Fokus Utama

Lahmudin menambahkan bahwa melalui evaluasi SPM ini, pemerintah daerah berharap dapat melihat secara objektif capaian dan kendala di lapangan, lalu menyusun rencana aksi perbaikan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat Boalemo yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar. Setiap ibu harus melahirkan dengan aman, setiap anak harus mendapatkan imunisasi lengkap, dan setiap warga berhak memperoleh layanan kesehatan tanpa diskriminasi,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga semangat kebersamaan, profesionalisme, dan inovasi dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.

“Dengan kerja keras dan sinergi lintas sektor, saya yakin Boalemo bisa menjadi contoh daerah yang berhasil dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan di Provinsi Gorontalo,” tutup Lahmudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *