Daerah  

Distribusi Air Terganggu, Perumda Tirta Boalemo Ajukan Pembangunan Sabo Dam ke BWS

Direktur Perumda Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, didampingi oleh mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto, serta Ketua Dewan Pengawas Perumda, Rusdin Aminu, di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II di Kota Gorontalo, Jumat (13/6/2025).

Poota.id, Boalemo — Atas arahan langsung Bupati Boalemo, Rum Pagau, mengatasi krisis air bersih di wilayah Kecamatan Tilamuta, Perumda Tirta Boalemo mengajukan solusi pembangunan Sabo Dam di hulu Embung Ayuhulalo.

Langkah konkret ini ditandai dengan kunjungan resmi Direktur Perumda Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, ke Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II di Kota Gorontalo, Jumat (13/6/2025). Hariyono turut didampingi oleh mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto, serta Ketua Dewan Pengawas Perumda, Rusdin Aminu.

“Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Boalemo. Kami diperintahkan segera bertemu dengan pihak balai untuk membahas solusi permanen atas gangguan layanan air bersih akibat longsor. Sabo Dam adalah opsi yang kami ajukan,” jelas Haryono.

Bencana longsor yang terjadi pada Maret 2025 lalu menyebabkan endapan lumpur menutup saluran air ke Embung Ayuhulalo. Akibatnya, distribusi air bersih ke Kecamatan Tilamuta dan sekitarnya mengalami gangguan serius.

Baca Juga :  Anak Korban Calon Jemaah Haji di Boltim Laporkan Travel Novavil ke Polisi, Tuntut Pengembalian Dana Rp150 Juta

“Alhamdulillah, pihak Balai merespons cepat. Rencananya usulan ini akan diteruskan ke pemerintah pusat melalui Ditjen. Harapan kami, ini menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Boalemo,” ujar Haryono.

Ia menjelaskan, Sabo Dam adalah bendungan pengendali bencana yang dibangun untuk menahan aliran material longsor seperti lumpur, pasir, dan batu di aliran sungai. Fungsinya krusial dalam mencegah kerusakan infrastruktur air seperti embung dan jaringan pipa akibat endapan sedimen.

Dengan keberadaan Sabo Dam di hulu Embung Ayuhulalo, ancaman gangguan air bersih yang disebabkan oleh bencana longsor bisa diminimalisir secara signifikan. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan sistem penyediaan air bersih di wilayah Boalemo yang rentan terhadap gangguan alam.

Dalam pertemuan tersebut kata Hariyono, Perumda Tirta Boalemo menyerahkan dokumen pendukung seperti peta lokasi embung, titik rencana pembangunan, dokumentasi lapangan, hingga rekomendasi teknis dari tim internal.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Kadinkes Boalemo Imbau Masyarakat Pilih Hewan Kurban yang Sehat

” Pemerintah Boalemo berharap, usulan pembangunan Sabo Dam segera mendapat dukungan dari pemerintah pusat agar proyek strategis ini dapat segera direalisasikan demi menjamin keberlanjutan layanan air bersih untuk masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *