​Ketua HPMIB Soroti Dugaan Pemotongan Anggaran 7% dan Penahanan Dana Pembangunan KDMP, Dandim 1316/Boalemo Diminta Transparan

Poota.id, Boalemo – Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Boalemo-Gorontalo (HPMIB-G), Didit Lapa, menuntut transparansi dari Komandan Kodim (Dandim) 1316/Boalemo terkait dugaan pemotongan dan penahanan anggaran pada proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek tersebut memiliki total anggaran sekitar Rp1,6 miliar. Namun, dana yang dilaporkan tersedia untuk pekerjaan fisik hanya berkisar Rp1,1 miliar.

​Polemik mencuat setelah adanya dugaan pemotongan tambahan sebesar 7 persen (sekitar Rp77 juta) yang diisukan sebagai “atensi untuk Dandim”, sehingga dana yang tersisa menjadi Rp1,023 miliar. Selain itu, terdapat pula informasi mengenai penahanan dana sebesar Rp100 juta yang baru bisa dicairkan setelah proses administrasi dan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) rampung.

Baca Juga :  Wakil Bupati Boalemo Tampilkan Tari Zafin pada Pembukaan Gema Harmoni Bedug

​”Kami ingin semuanya dibuka secara terang. Jika memang sesuai aturan, sampaikan kepada publik. Jika ada yang tidak sesuai, maka harus diperbaiki,” tegas Didit, pada Sabtu (13/6/2026).

Didit menilai isu ini telah memicu keraguan dan krisis kepercayaan di tengah masyarakat Boalemo. Sebagai pejabat yang baru, Dandim 1316/Boalemo didesak untuk segera memberikan klarifikasi resmi guna menghentikan bola liar yang bergulir di masyarakat.

Selaku ketua HPMIB-G Didit menyampaikan meminta Dandim 1316/Boalemo meberikan klarifikasi terbuka dan memberikan penjelasan yang jujur dan transparan kepada masyarakat.

Selain itu, Didit juga meminta aparat pengawas internal serta lembaga penegak hukum yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh proses pengelolaan anggaran proyek KDMP.

Baca Juga :  Mentri PUPR: Pekan Depan Presiden Jokowi mulai Berkantor di IKN

” Kami tegaskan apabila pihak Kodim 1316/Boalemo tidak memberikan klarifikasi dalam waktu dekat, kami aliansi mahasiswa dan pemuda Boalemo akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk kontrol sosial demi menjaga akuntabilitas penggunaan uang negara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *