Poota.id, Gorontalo — Langkah Pemerintah Kota Gorontalo mencabut izin rekomendasi kegiatan Sky Billiard mendapat apresiasi dari Aktivis Gorontalo. Meski begitu, massa aksi memastikan akan terus mengawal proses tersebut hingga izin usaha tempat hiburan itu ditutup permanen.
Koordinator aksi, Kevin Lapendos, menegaskan bahwa pengawalan tidak berhenti pada demonstrasi sebelumnya. Ia memastikan akan melanjutkan tekanan publik melalui aksi jilid berikutnya.
“Pengawalan ini tidak selesai begitu saja. Kami akan terus turun sampai seluruh izin Sky Billiard benar-benar dicabut,” ujar Kevin, Minggu (23/11/2025).
Kevin menyebut pencabutan izin rekomendasi merupakan keharusan setelah Sky Billiard diduga menyalahgunakan izin keramaian. Ia menilai izin yang seharusnya digunakan untuk kegiatan hiburan atau olahraga berubah menjadi ajang pesta minuman keras, bahkan melibatkan remaja pada kejadian 9 November 2025.
“Izin keramaian bukan tameng untuk membiarkan pesta miras. Ini bukan pelanggaran kecil, ini pembangkangan terhadap regulasi,” tegasnya.
Kevin juga memastikan pihaknya akan mendatangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Gorontalo sebagai lembaga yang berwenang atas izin usaha tempat hiburan. Menurutnya, proses penegakan aturan harus menghasilkan keputusan tegas, bukan hanya tindakan administratif.
“Kalau DPMPTSP membiarkan Sky Billiard tetap beroperasi, maka pemerintah sendiri memberi ruang bagi pelanggaran untuk tumbuh,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa pelanggaran Sky Billiard bukan yang pertama. Tempat hiburan itu disebut telah beberapa kali mendapat teguran karena dianggap tidak konsisten mematuhi komitmen yang disepakati dengan Pemerintah Kota.
Menurut Kevin, rangkaian pelanggaran tersebut menunjukkan ketidakseriusan manajemen Sky Billiard dan lemahnya penegakan aturan. Karena itu, solusi yang paling logis adalah pencabutan permanen izin usaha.
“Penutupan permanen bukan sekadar sanksi, tetapi pesan moral bahwa pemerintah tidak tunduk pada pengusaha yang meremehkan aturan,” ujarnya.
Kevin menegaskan bahwa aksi lanjutan akan dilakukan sebagai bentuk tekanan publik agar Pemkot, Kesbangpol, dan DPMPTSP tidak menunda keputusan.
“Kalau aturan bisa dilanggar tanpa sanksi, maka tata kelola hiburan akan jatuh pada kekacauan. Sky Billiard harus ditutup permanen demi menjaga marwah hukum di kota ini,” tutupnya.













