Poota.id, Boalemo – Demonstrasi menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo memanas. Massa aksi membakar ban di halaman Kejaksaan Negeri Boalemo sebagai bentuk protes pada Kamis (2/10/2025).
Dalam aksi tersebut, tampak sebuah spanduk besar bertuliskan “DPRD Boalemo Kebal Hukum” sebagai sindiran keras terhadap aparat penegak hukum.
Syahril Tialo, salah satu orator aksi, menilai Kejaksaan Negeri Boalemo tidak berintegritas dalam menangani kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo.
“Sampai hari ini pimpinan DPRD Boalemo belum juga diperiksa. Ini menunjukkan kejaksaan tidak berani menyentuh aktor utama,” tegas Syahril.
Ia juga menyinggung adanya dana hibah dari Pemda Boalemo sebesar Rp700 jutaan yang diterima kejaksaan, sehingga masyarakat menilai independensi aparat hukum diragukan.
Massa mendesak agar pimpinan DPRD Boalemo segera dipanggil dan diperiksa. Jika tidak, mereka berjanji akan membawa kasus ini ke Kejaksaan Agung RI.
Aksi demonstrasi ini menambah sorotan terhadap dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo, yang dinilai merugikan keuangan daerah sekaligus mencoreng kepercayaan masyarakat pada lembaga legislatif dan aparat penegak hukum.













