Poota.id, Boalemo – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tenilo dan Saripi, Kecamatan Paguyaman, dilaporkan kembali beroperasi secara diam-diam. Berdasarkan pantauan di lapangan, praktik ilegal ini kini tidak hanya menggunakan mesin dompeng dan jet, tetapi juga melibatkan alat berat jenis ekskavator.
Kembalinya aktivitas tambang di kawasan Tenilo dan Saripi ini mempertegas bahwa upaya penertiban belum memberikan efek jera.
Menurut keterangan salah satu warga setempat, jumlah mesin dompeng yang beroperasi di lokasi pertambangan tersebut tergolong cukup besar.
“Kalau saya hitung, ada sekitar 10 mesin (dompeng) yang beroperasi, Pak,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini, tim media ini masih melakukan penelusuran terkait uang kemanan yang di kumpul dari para pelaku usaha PETI tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah penindakan hukum yang diambil.













