Waspada Malaria di Musim Penghujan, Dinkes Boalemo Imbau Warga di Sekitar Tambang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Ilustrasi

Poota.id, Boalemo – Boalemo saat ini masuk kategori siaga darurat malaria. Kondisi ini diperparah dengan datangnya musim penghujan yang memicu peningkatan genangan air, terutama di wilayah-wilayah sekitar lokasi pertambangan yang rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles, pembawa parasit malaria.

Olehnya, Pemerintahan Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit malaria, terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan lokasi pertambangan.

Kepala Dinas Kesehatan Boalemo, Sutriyani Lumula, mengungkapkan bahwa musim hujan menjadi salah satu periode rawan bagi peningkatan kasus malaria, khususnya di daerah yang memiliki genangan air dan aktivitas pertambangan.

“Kami mengimbau masyarakat, terlebih yang tinggal di sekitar kawasan tambang, untuk lebih waspada terhadap potensi penularan malaria. Nyamuk Anopheles sangat mudah berkembang biak di genangan air, yang kerap ditemukan di wilayah pertambangan maupun pemukiman tanpa sanitasi memadai,” ujar Sutriyani, Sabtu (21/6/2025).

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dalam hal ini, program Cek Kesehatan Gratis (CGK) yang disediakan oleh pemerintah daerah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan dini penyakit menular seperti malaria.

Baca Juga :  Boalemo Torehkan Prestasi Kesehatan Nasional di Bawah Kepemimpinan Sutriyani Lumula

“Kami telah menyiapkan program CGK yang bisa dimanfaatkan masyarakat di seluruh wilayah Boalemo, termasuk yang berada di kawasan rawan seperti sekitar tambang. Pemeriksaan ini tidak dipungut biaya dan sangat membantu dalam mendeteksi gejala awal malaria,” tambah Sutriyani.

Dinas Kesehatan Boalemo mengimbau warga untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, seperti 11 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan. Fasilitas ini tidak hanya melayani pemeriksaan malaria, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan umum lainnya, termasuk imunisasi, pengobatan dasar, hingga konsultasi gizi.

Sutriyani juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan secara mandiri, seperti menggunakan kelambu saat tidur, mengenakan pakaian tertutup di malam hari, serta menguras dan menutup tempat-tempat penampungan air.

“Pola hidup bersih dan sehat adalah langkah awal pencegahan. Tapi yang tidak kalah penting adalah kesadaran untuk memeriksakan diri, apalagi jika mengalami gejala demam berkepanjangan, menggigil, dan keringat dingin,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Rum Pagau Resmikan Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinkes Boalemo Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Medis

Dinkes Boalemo juga telah melakukan langkah antisipasi melalui Puskesmas melakukan penyemprotan insektisida di wilayah-wilayah bekas galian tambang.

Aktivitas pertambangan seringkali berdampak pada perubahan lingkungan, termasuk terbentuknya genangan air baru yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa parasit malaria.

“Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Dinas Kesehatan akan terus memperkuat upaya promotif dan preventif. Kami tidak ingin ada warga yang terlambat mendapat penanganan karena kurang informasi atau kesulitan akses,” pungkas Sutriyani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *