Poota.id, Boalemo – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, pimpin langsung Apel Korpri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo pada Senin (20/4/2026).
Dalam arahannya, Lahmuddin menekankan bahwa transformasi digital dan kreativitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini menjadi harga mati guna menyiasati keterbatasan anggaran daerah.
Dirinya menegaskan bahwa di era digital saat ini, seluruh anggota Korpri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Boalemo dituntut menjadi penggerak utama perubahan budaya kerja. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan instrumen vital untuk memperluas jangkauan layanan publik agar lebih efisien.
Sebagai langkah nyata kata Lahmudin, Pemda Boalemo telah resmi menjalin kerja sama dengan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Manado pada 14 April lalu.
“Alhamdulillah, hasil kerja sama tersebut membuahkan bantuan pelatihan digital gratis dan bersertifikat bagi guru dan pelaku UMKM syariah di Boalemo yang akan dilaksanakan pada Mei hingga Juni mendatang,” ungkapnya.
Selain itu, menyikapi kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi ketat, Lahmuddin menginstruksikan seluruh pimpinan OPD untuk tidak hanya terpaku pada ketersediaan pagu APBD. Ia mendorong para kepala dinas untuk lebih proaktif dan kreatif dalam menjemput peluang kolaborasi dengan pihak eksternal.
Hal ini dilakukan agar program-program strategis yang menyentuh masyarakat tetap dapat berjalan meski belum sepenuhnya terakomodasi oleh anggaran daerah.
Dalam momen tersebut, Lahmudin juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peluncuran inovasi “Sehati di Rungki”, sebuah proyek kolaborasi antara Dinas Dukcapil dan RSUD Boalemo. Inovasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses layanan kependudukan bagi pasien dan keluarga di rumah sakit.
“Inovasi ini harus menjadi standar baru layanan. Saya minta Bappeda untuk memantau ketat dan mempublikasikan setiap progres inovasi OPD secara transparan kepada publik,” tegasnya.













