Poota.id, Bone Bolango – Konflik terkait Bank SulutGo (BSG) Gorontalo kembali memanas. Aktivis Aliansi Front Pemberantas Korupsi (FPK), Fahrul Wahidji, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran di Kantor Bank BSG Bone Bolango pada Senin mendatang.
Fahrul menyebut langkah ini merupakan bentuk protes atas berbagai persoalan yang membelit Bank BSG, sekaligus menegaskan desakan agar Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menarik saham RKUD dari bank tersebut.
“Insya Allah, kami dengan aliansi akan datang Senin membuat aksi besar-besaran di Kantor Bank BSG Bone Bolango sebagai bentuk protes atas berbagai permasalahan Bank BSG Gorontalo dan akan menyegel kantor tersebut,” tegas Fahrul, Jumat (12/9/2025).
Fahrul menambahkan, pihaknya tidak ingin Bone Bolango terus bergantung pada bank yang dinilai bermasalah. Ia bahkan menyebut BSG sebagai bank yang “malaria” dan harus segera ditinggalkan demi menjaga tata kelola keuangan daerah.
“Bone Bolango harus bebas dari bank yang malaria seperti ini. Kita tindak lanjuti dan kita kawal sampai selesai,” ujarnya.
Aksi ini menjadi kelanjutan dari sikap kritis aktivis FPK yang sebelumnya mendesak Bupati Bone Bolango mengikuti langkah Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menarik saham RKUD ke bank lain.
Dengan rencana aksi besar di Kantor Bank BSG Bone Bolango, tekanan publik terhadap manajemen Bank SulutGo dan pemerintah daerah dipastikan semakin meningkat. Aliansi Front Pemberantas Korupsi menegaskan mereka akan mengawal isu ini hingga tuntas.













