Boalemo Waspada TBC, Kadinkes Sutriyani Lumula Ajak Warga Dukung Gerakan TOSS TB

Poota.id, Boalemo – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC) yang kini kembali menjadi perhatian nasional.

Berdasarkan laporan global tahun 2024, Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia, setelah India. Kondisi ini menjadikan TBC sebagai prioritas nasional dan masuk dalam delapan program Quick Win Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan, dengan fokus menekan angka kasus TBC di seluruh daerah.

Di Kabupaten Boalemo sendiri, data menunjukkan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2023 tercatat 439 kasus TBC yang ditemukan dan diobati. Tahun 2024 meningkat menjadi 552 kasus. Sementara hingga September 2025, sudah terdapat 444 kasus yang tengah ditangani.

Menurut Kadinkes Sutriyani, peningkatan angka ini bukan semata menunjukkan lonjakan penularan, melainkan bukti bahwa penemuan dan pengobatan kasus TBC di Boalemo semakin masif dan efektif.

“Semakin banyak kasus yang ditemukan dan diobati berarti semakin sedikit potensi penularan di masyarakat. Ini menunjukkan kerja keras petugas kesehatan yang terus aktif melakukan skrining dan edukasi,” ujar Sutriyani.

Dalam upaya menekan penyebaran TBC, Dinas Kesehatan Boalemo terus memperkuat program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh TBC) melalui berbagai strategi dan inovasi, di antaranya:

Baca Juga :  YR Tanggapi Santai Laporan Pengancaman oleh Ramli Mappo ke Polda Gorontalo

Mendekatkan Layanan TBC ke Masyarakat
Pemerintah daerah kini memperluas akses layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC hingga ke tingkat Puskesmas pembantu dan desa terpencil.

Peningkatan Fasilitas Laboratorium
Dinkes telah menyediakan alat tes cepat molekuler (TCM) di rumah sakit dan Puskesmas untuk mempercepat diagnosis pasien TBC.

Sosialisasi dan Edukasi Publik
Kegiatan penyuluhan rutin dilakukan di sekolah, perkantoran, dan komunitas warga agar masyarakat memahami cara mencegah penularan TBC serta pentingnya pengobatan tuntas.

Skrining dan Investigasi Kontak Serumah
Petugas kesehatan melakukan penelusuran kepada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC untuk memastikan tidak terjadi penularan lanjutan.

Inovasi Puskesmas Sebagai Garda Terdepan
Puskesmas di seluruh wilayah Boalemo terus berinovasi dengan kegiatan jemput bola, seperti pemeriksaan keliling dan layanan konsultasi TBC gratis.

Sejalan dengan target nasional menuju Indonesia Bebas TBC Tahun 2030, Dinas Kesehatan Boalemo menegaskan komitmennya untuk mencapai Boalemo Bebas TBC di tahun yang sama. Namun, Sutriyani menekankan bahwa keberhasilan itu hanya bisa terwujud dengan dukungan penuh masyarakat dan lintas sektor.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal TBC, seperti Batuk berdahak lebih dari 14 hari, Demam atau panas yang tak kunjung sembuh, Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, Berkeringat di malam hari meski tidak beraktivitas berat.

Baca Juga :  RSCG Boalemo Gelar Sosialisasi Forum Konsultasi Publik, Libatkan Masyarakat Tingkatkan Mutu Layanan

“Siapa pun yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pengobatan TBC di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah gratis dan dijamin oleh negara,” jelas Sutriyani.

Kadinkes Boalemo juga menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Masyarakat yang sehat akan mendorong produktivitas dan memperkuat ekonomi lokal.

“Mari bersama kita berantas TBC melalui gerakan TOSS TB — Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Dengan saling mengingatkan dan peduli terhadap sesama, kita bisa wujudkan Boalemo bebas TBC tahun 2030,” tutup Sutriyani Lumula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *