Poota.id, Gorontalo – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo menggelar rapat lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama stakeholder terkait di Manna Cafe, Kota Gorontalo, Selasa (20/10/2026). Pertemuan ini digelar untuk menyatukan persepsi dan mencari solusi konkret terkait harga air curah pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Gorontalo Raya.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, Abdul Munir Humokor, mengatakan bahwa langkah cepat ini diambil agar operasional SPAM Regional nantinya berjalan lancar tanpa kendala di lapangan, mulai dari jaringan perpipaan hingga pendistribusian air kepada masyarakat.
“Pembahasan ini memang sudah yang kesekian kalinya. Alhamdulillah tadi sudah mulai mengerucut terkait dengan tarif dasar air bersih,” ujar Abdul Munir usai memimpin rapat.
Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan unsur Pemprov Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.
Pembangunan SPAM Regional Gorontalo Raya sendiri bertujuan untuk menyediakan air baku serta meningkatkan akses layanan air minum yang aman dan berkualitas melalui jaringan perpipaan. Proyek strategis ini menjadi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung percepatan target sanitasi dan air bersih nasional di tiga wilayah layanan.
“Tadi masih ada beberapa hal yang akan dibahas secara internal di masing-masing pemda. Pembangunan SPAM Regional ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah air bersih untuk masyarakat di tiga wilayah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Abdul Munir menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini masih membahas dan mengkaji rencana pemberian subsidi bagi masyarakat pada tahun pertama operasional dengan beberapa opsi. Kebijakan tersebut memerlukan kajian mendalam karena berkaitan langsung dengan ketersediaan anggaran dan fiskal daerah.
“Berdasarkan hitungan ADB tadi, ada dua opsi yang nantinya bisa diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai subsidi ke masyarakat, namun hal tersebut masih memerlukan kajian-kajian dan ketersediaan anggaran yang ada nantinya,” jelas Abdul Munir.
Ia berharap pembangunan SPAM Regional Gorontalo Raya dapat segera terlaksana dengan baik, mengingat proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan penyediaan air bersih, khususnya saat musim kemarau.













