Daerah  

Disambut Adat Mopotilolo, Nurul Anwar: Saya Merasa Diterima Seperti Keluarga Sendiri

Poota.id, Boalemo – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boalemo yang baru, Nurul Anwar, SH., M.Hum, disampingi oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Ariyana, SH resmi mengawali tugasnya di Kabupaten Boalemo dengan penyambutan adat Mopotilolo.

Prosesi Mopotilolo merupakan adat khas Gorontalo yang menandai penerimaan pemimpin baru oleh masyarakat dan pemerintah daerah, Jumat (18/7/2025).

Upacara adat Mopotilolo diawali dengan pengalungan bunga, pengiringan tarian adat Gorontalo, serta sambutan hangat dari unsur Forkopimda, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Kehadiran Nurul Anwar sebagai Kajari Boalemo disambut penuh harap sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penegakan hukum dan penguatan integritas di Kabupaten Boalemo.

Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa adat Mopotilolo merupakan bentuk penerimaan tulus dari masyarakat Gorontalo terhadap pejabat yang akan bertugas.

Baca Juga :  Yopy Adriansyah: Boalemo Akan Selalu Punya Tempat di Hati Saya

“Kami menerima Bapak Kajari dengan penuh penghormatan. Semoga kolaborasi yang akan dibangun ke depan dapat mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Nurul Anwar, SH., M.Hum, dalam sambutan  mengaku terharu dengan sambutan adat yang begitu hangat dan penuh makna.

Ia menyatakan komitmennya untuk mengedepankan integritas, profesionalitas, dan transparansi selama menjabat sebagai Kajari Boalemo.

“Saya merasa diterima seperti keluarga sendiri. Tugas penegakan hukum akan kami laksanakan secara objektif dan humanis demi kemajuan Boalemo,” ungkapnya.

Prosesi Mopotilolo ini ditutup dengan doa adat dan ramah tamah bersama seluruh tamu undangan. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Boalemo, para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, serta para pegawai Kejaksaan Negeri Boalemo.

Baca Juga :  Sambut Hari Santri Nasional, Wabup Lahmudin Hambali Jalan Sehat Bareng Santri Darul Madinah

Dengan penyambutan ini, diharapkan sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah semakin kuat, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan responsif terhadap kepentingan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *