Poota.id, Kota Gorontalo — Koordinator lapangan aksi, Kevin Lapendos, menyampaikan apresiasi sekaligus evaluasi konstruktif usai demonstrasi singkat yang digelar di depan Kantor Wali Kota Gorontalo terkait isu dugaan peredaran minuman keras di tempat hiburan Sky Billiard Gorontalo, Selasa (18/11/2025).
Dalam pernyataannya, Kevin menilai bahwa langkah cepat Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang langsung menerbitkan surat pencabutan izin operasional Sky Billiard merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menegakkan regulasi dan menjaga ketertiban sosial.
Kevin menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi keputusan tegas tersebut, terlebih ketika surat pencabutan izin dikeluarkan dan diperlihatkan kepada kami saat aksi berlangsung.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah kota tidak lagi memberikan ruang bagi potensi pelanggaran yang mengganggu keamanan dan tatanan sosial masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Wali Kota Gorontalo yang langsung mengeluarkan surat pencabutan izin. Ini tindakan konkret, bukan retorika. Pak Adhan Dambea telah menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada publik,” tegas Kevin.
Kevin melihat bahwa respons Wali Kota mencerminkan budaya birokrasi yang adaptif dan responsif, dua hal yang selama ini sering hilang dalam dinamika pemerintahan daerah.
“Terima kasih kepada Pak Adhan Dambea. Walaupun beliau tidak berada di kantor saat aksi, suara kami tetap didengar. Dan kami melihat bukti nyata itu melalui surat pencabutan izin,” ucapnya.
Kevin menilai bahwa pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang bekerja bukan hanya ketika sorotan publik tinggi, tetapi ketika aspirasi masyarakat disampaikan langsung di lapangan.
Aksi yang berlangsung tidak lebih dari beberapa menit langsung direspons oleh Kesbangpol Kota Gorontalo dan ditindaklanjuti oleh Wali Kota Gorontalo.
“Peristiwa ini menjadi preseden positif. Ketika masyarakat bersuara dengan tertib, dan pemerintah merespons dengan cepat, maka relasi negara, warga berada pada jalur yang benar,” ujar Kevin.
Ia menilai bahwa efektivitas respons pemerintah ini bukan hanya menyelesaikan satu isu, tetapi juga memperlihatkan mekanisme penegakan aturan yang bisa menjadi model bagi kasus-kasus serupa.
“Pemberantasan peredaran miras bukan sekadar penindakan. Ini tentang karakter kota, tentang bagaimana sebuah daerah menjaga integritas ruang sosialnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa langkah pencabutan izin Sky Billiard menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak membiarkan ruang-ruang yang berpotensi melanggar aturan berjalan tanpa pengawasan.
Di akhir keterangannya, Kevin kembali mengingatkan bahwa langkah cepat ini harus berlanjut dengan konsistensi pengawasan.
“Kami mendukung sepenuhnya kebijakan ini, tetapi pemerintah juga harus menjaga konsistensi. Jangan sampai ini menjadi respons sesaat. Pengawasan harus terus berjalan di semua tempat hiburan,” pungkasnya.













