Poota.id, Gorontalo – Provinsi Gorontalo resmi menyandang predikat sebagai provinsi dengan konsumsi cabai rawit tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data resmi Sensus Nasional per Maret 2024 Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi cabai rawit masyarakat Gorontalo tercatat mencapai 0,43 kilogram per kapita per bulan.
Angka tersebut menempatkan Gorontalo di posisi puncak konsumsi nasional, mengalahkan daerah-daerah lain yang juga dikenal dengan makanan pedas. Tak bisa dipungkiri, kuliner khas Gorontalo memang identik dengan rasa pedas menggigit. Dari sambal ikan roa, iloni, hingga berbagai sajian laut berbumbu rica, cabai rawit menjadi bahan wajib yang hampir selalu hadir di setiap meja makan.
Namun, di balik kebanggaan ini, ada tantangan besar. Permintaan tinggi terhadap cabai rawit membuat harga komoditas ini sangat sensitif terhadap fluktuasi pasar. Setiap kali harga cabai rawit naik, masyarakat Gorontalo langsung merasakan dampaknya di dapur. Hal ini juga berdampak pada pelaku UMKM kuliner yang bergantung pada kestabilan harga bumbu.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah dan pelaku usaha pangan di Gorontalo dituntut untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan cabai rawit. Langkah strategis seperti penguatan produksi lokal, distribusi yang efisien, hingga dukungan bagi petani cabai menjadi solusi jangka panjang yang harus segera diambil.
Fenomena ini sekaligus menjadi potret bagaimana budaya kuliner daerah mampu memengaruhi pola konsumsi dan dinamika pasar pangan. Gorontalo tidak hanya dikenal sebagai tanah serambi Madinah, tapi kini juga sebagai “surga pedas” Indonesia dengan konsumsi cabai rawit yang luar biasa.













