Poota.id, Boalemo – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mengoptimalkan layanan Posyandu guna mempercepat penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI), Selasa (3/11/2026).
Sutriyani mengungkapkan bahwa paradigma pelayanan Posyandu saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya Posyandu identik dengan sektor kesehatan semata, kini wadah pelayanan tersebut telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang melibatkan berbagai sektor.
“Kalau dulu kita bicara Posyandu, yang dicari adalah Kepala Dinas Kesehatan. Sekarang Posyandu sudah menjadi satu kesatuan pelayanan yang melibatkan enam bidang SPM. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus terlibat dan bekerja bersama,” ujar Sutriyani.
Transformasi ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024. Berdasarkan regulasi tersebut, Posyandu tidak lagi sekadar berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Melalui pelibatan seluruh perangkat daerah pelaksana enam bidang SPM ini, Sutriyani optimis penanganan masalah sosial dan kesehatan dasar, khususnya percepatan penurunan angka tengkes atau stunting di Kabupaten Boalemo dapat berjalan lebih efektif, masif, dan tepat sasaran.













