Poota.id, Boalemo – Aktivis Gorontalo, Fahrul Wahidji, mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto untuk segera melakukan evaluasi terhadap jajaran Polda Gorontalo, khususnya Kapolres Boalemo. Desakan ini muncul menyusul masih maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.
Fahrul menyoroti puluhan alat berat yang hingga saat ini masih beroperasi secara terang-terangan di lokasi tersebut tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat.
“Banyak diberitakan bahwa ada oknum polisi yang bermain di PETI Saritani. Ini harusnya segera ditindaklanjuti,” ungkap Fahrul, pada Senin (2/11/2026).
Kecurigaan masyarakat semakin menguat akibat penertiban yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Polres Boalemo dinilai tidak membuahkan hasil. Menurut Fahrul, dalam penertiban tersebut tidak ada satu pun alat berat yang berhasil diamankan, sementara aktivitas penambangan dan mobilisasi logistik di lapangan tetap berjalan normal.
“Itu aktivitas di atas jalan terus. Buktinya setiap pekan ada puluhan gelong solar diduga ilegal diantar ke atas. Masa tidak ditemukan satu pun alat di atas?” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian jangan sampai terkesan bungkam atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban dalam menangani persoalan tambang ilegal. Masyarakat, kata Fahrul, patut menduga ada oknum aparat yang mencoba melindungi atau membekingi aktivitas tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Kapolri untuk tidak segan-segan mencopot Kapolres Boalemo jika terbukti ada pembiaran atau keterlibatan oknum internal kepolisian.
“Kapolri harus tegas di Gorontalo, apalagi Boalemo. Kami tagih janjinya untuk tegas terhadap aktivitas pertambangan ilegal, apalagi jika ada oknum yang ikut bermain,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polres Boalemo terkait aktivitas di wilayah Saritani tersebut.













