Poota.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan hari Jumat, 21 Maret 2025. IHSG ditutup turun tajam 1,94%, atau 123,49 poin, di level 6.258,18, setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pasar saham Indonesia tampak tertekan, dengan pergerakan IHSG yang berkisar antara 6.218 hingga 6.434, setelah dibuka pada level 6.381.
Penurunan terbesar terjadi di sektor teknologi yang tergerus hingga 5%, menjadikannya sektor dengan penurunan paling dalam hari itu. Selain sektor teknologi, sektor barang konsumen primer dan barang baku juga mencatatkan penurunan signifikan masing-masing sebesar 3,68% dan 2,83%, memperburuk sentimen pasar.
Investor asing turut mempengaruhi pergerakan IHSG dengan aksi jual yang mencatatkan net sell sebesar Rp2,35 triliun. Aksi jual ini semakin menambah tekanan di pasar saham Indonesia, yang tengah menghadapi ketidakpastian pasar global.
Melihat lebih jauh, sejak awal tahun 2025, IHSG telah mengalami penurunan sekitar 11,61%. Penurunan tersebut mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pasar saham Indonesia, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi global yang tak menentu. Kapitalisasi pasar pun ikut merosot, menciptakan kekhawatiran di kalangan investor mengenai prospek pasar saham ke depannya.
Di tengah sentimen negatif ini, para analis pasar memperkirakan bahwa ketidakpastian ekonomi global dan aliran modal yang terus tertekan akan tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja IHSG dalam waktu dekat.
Namun, meskipun pasar mengalami penurunan, sejumlah analis masih optimis bahwa kondisi ini bisa membuka peluang bagi investor jangka panjang yang mencari saham dengan valuasi menarik.
IHSG yang terus tertekan menjadi tanda peringatan bagi pasar saham Indonesia, dan semakin banyak investor yang menunggu momen yang tepat untuk kembali masuk dengan strategi yang lebih hati-hati.













