IHSG Tembus 6.500, Asing Justru Lepas BBRI hingga GOTO

Poota.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan selama dua hari berturut-turut dan berhasil kembali menembus level psikologis 6.500. Pada perdagangan Selasa (22/4/2025), IHSG ditutup menguat 1,43% ke posisi 6.538,26.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp9,89 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 18,10 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,09 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 371 saham tercatat naik, 220 turun, dan 210 stagnan.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp122,32 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp176 miliar. Namun demikian, di pasar negosiasi dan tunai, asing justru mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp53,68 miliar.

Meski IHSG menguat signifikan, sejumlah saham unggulan justru menjadi sasaran jual asing. Dilansir dari CNBC Indonesia, berikut daftar saham dengan penjualan bersih asing (net foreign sell) tertinggi pada perdagangan Selasa:

Baca Juga :  Kejari Boalemo Laksanakan Tahap IIPerkara Pidana Narkotika dan Pencabulan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp174,27 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp73,69 miliar

PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp46,30 miliar

PT United Tractors Tbk. (UNTR) – Rp40,15 miliar

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp25,80 miliar

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) – Rp23,49 miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) – Rp20,98 miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) – Rp19,15 miliar

PT Harum Energy Tbk. (HRUM) – Rp18,29 miliar

PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp12,79 miliar

Aksi jual asing terhadap saham-saham besar di sektor perbankan, energi, dan komoditas ini mengindikasikan adanya strategi ambil untung (profit taking) atau rotasi sektor di tengah penguatan indeks.

Baca Juga :  Drama BSG dan Kepala Daerah Mulai Reda, Boalemo Serukan Jangan Tarik Saham!

Penguatan IHSG yang tidak diiringi oleh akumulasi asing terhadap saham-saham unggulan tersebut bisa menjadi perhatian pelaku pasar dalam menilai arah pergerakan jangka pendek bursa domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *