Poota.id, Boalemo – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengingatkan pentingnya imunisasi bagi bayi dan anak sebagai langkah efektif untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit berbahaya. Menurutnya, imunisasi yang lengkap dan terjadwal tidak hanya membentuk kekebalan individu, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan kekebalan kelompok di masyarakat.
“Imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak kita. Dengan imunisasi yang lengkap, anak tidak hanya terlindungi dari penyakit berbahaya, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar,” ujar Sutriyani Lumula di Tilamuta, Jumat (18/10/2025).
Imunisasi merupakan proses pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk merangsang sistem kekebalan agar mampu mengenali dan melawan penyakit tertentu. Vaksin bekerja dengan cara meniru infeksi, sehingga tubuh membentuk antibodi tanpa harus sakit terlebih dahulu.
Sutriyani menjelaskan bahwa imunisasi yang dilakukan sesuai jadwal dapat membentuk sistem kekebalan tubuh anak sejak dini, terutama terhadap penyakit-penyakit menular yang berisiko tinggi seperti polio, campak, difteri, hepatitis B, pertusis (batuk rejan), pneumonia, hingga meningitis.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, imunisasi menjadi salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Sutriyani menegaskan bahwa manfaat imunisasi tidak hanya sebatas perlindungan dari penyakit, tetapi juga berdampak pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Kadinkes Sutriyani menjelaskan beberapa manfaat imunisasi:
Melindungi Anak dari Penyakit Berbahaya
Imunisasi mencegah berbagai penyakit serius seperti polio, campak, hepatitis B, difteri, dan pertusis yang dapat menyebabkan komplikasi berat bahkan kematian.
Mendukung Tumbuh Kembang Optimal
Anak yang sehat karena terlindungi dari penyakit memiliki kesempatan lebih baik untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara maksimal.
Membentuk Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)
Ketika sebagian besar anak di masyarakat sudah diimunisasi, maka penularan penyakit menular akan menurun dan melindungi kelompok rentan yang belum bisa divaksinasi.
Mengurangi Risiko Komplikasi dan Rawat Inap
Banyak penyakit infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Imunisasi membantu menurunkan risiko ini serta mengurangi biaya pengobatan jangka panjang.
Sutriyani juga mengungkapkan bahwa imunisasi bayi dilakukan melalui dua cara, yaitu suntikan dan tetes mulut, tergantung jenis vaksinnya. Program imunisasi terbagi menjadi dua tahap, yakni imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.
Imunisasi dasar diberikan sejak bayi lahir hingga usia 9 bulan, meliputi vaksin BCG, Hepatitis B, Polio, DPT, dan Campak. Sementara imunisasi lanjutan diberikan saat anak berusia 18–24 bulan untuk memperkuat antibodi yang sudah terbentuk sebelumnya.
“Kami mengimbau seluruh orang tua agar memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan sesuai jadwal. Jangan sampai terlambat, karena perlindungan terbaik diberikan saat kekebalan anak sedang dibentuk sejak dini,” tegas Sutriyani.
Dinas Kesehatan Boalemo terus menggencarkan edukasi dan pelayanan imunisasi melalui Puskesmas, Posyandu, dan Rumah Sakit, termasuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program nasional imunisasi rutin lengkap yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Imunisasi tidak hanya melindungi anak yang divaksin, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitarnya, termasuk bayi yang belum cukup umur untuk divaksin dan lansia dengan daya tahan tubuh lemah.
“Ketika banyak anak sudah diimunisasi, maka terbentuklah herd immunity atau kekebalan kelompok yang bisa memutus rantai penularan penyakit menular,” tambah Sutriyani.
Ia juga menekankan bahwa imunisasi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan meningkatnya cakupan imunisasi, diharapkan Boalemo dapat mempertahankan capaian nol kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti yang telah diraih untuk penyakit campak pada tahun 2025.













