Poota.id, Gorontalo – Polemik antara mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali mengemuka. Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) Cabang Bandung, Akbar, membantah pernyataan Juru Bicara (Jubir) Gubernur Gorontalo yang dinilai tidak merepresentasikan aspirasi mahasiswa.
Akbar menegaskan, pemerintah daerah harus membuka ruang dialog yang luas dan inklusif dengan seluruh cabang HPMIG di berbagai daerah. Menurutnya, pernyataan jubir seharusnya tidak sebatas klarifikasi sepihak, melainkan mencerminkan tata kelola komunikasi publik yang sehat.
“Seorang juru bicara bukan hanya penyampai pesan, tetapi juga representasi sikap dan arah kebijakan pemerintah. Jika jubir berbicara tanpa mendengarkan mahasiswa, yang terjadi bukan komunikasi, melainkan monolog kekuasaan,” tegas Akbar.













