Poota.id, Boalemo – Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, sektor kesehatan kabupaten Boalemo terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Hal itu terlihat saat Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kesehatan Boalemo, Kamis (16/10/2025), untuk melakukan evaluasi dan monitoring pelayanan kesehatan.
Kunjungan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi Boalemo yang dinilai berhasil melakukan berbagai terobosan strategis di bidang kesehatan, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan pembiayaan masyarakat tidak mampu, hingga pencapaian sanitasi layak di tingkat desa.
“Alhamdulillah hari ini kita mendapat kunjungan kerja dari Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo. Tujuannya adalah dalam rangka evaluasi optimalisasi pelayanan kesehatan,” ungkap Sutriyani Lumula.
Dalam kunjungan itu, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo memberikan apresiasi terhadap capaian luar biasa Dinas Kesehatan Boalemo di bawah komando Sutriyani Lumula.
Salah satu indikator keberhasilan yang menonjol adalah tingkat Uji Kompetensi Jabatan (UKJ) tenaga kesehatan yang telah mencapai 98 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh SDM di lingkungan Dinkes Boalemo sudah memenuhi standar profesional yang ditetapkan.
Tak hanya itu, Sutriyani juga memimpin inisiatif inovatif berupa dana talangan sebesar Rp250 juta per tahun untuk membantu masyarakat yang belum terdaftar dalam program BPJS Kesehatan. Langkah ini dinilai DPRD sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat miskin dan rentan.
Capaian lain yang tidak kalah membanggakan adalah keberhasilan Boalemo dalam mewujudkan Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Berdasarkan data terbaru, Boalemo menempati peringkat kedua tertinggi di Provinsi Gorontalo dengan capaian 82 persen, di mana 69 desa telah berstatus ODF.
Menurut Sutriyani, capaian ini tidak lepas dari kerja keras lintas sektor, dukungan pemerintah desa, dan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
“Ini adalah hasil kolaborasi semua pihak. Kami terus mendorong desa-desa yang belum ODF untuk segera menyusul, karena kesehatan lingkungan adalah pondasi kesehatan masyarakat,” tutur Sutriyani.
Dari sisi pelayanan, Boalemo juga terus memperkuat fasilitas kesehatan. Meskipun sebagian Puskesmas belum beroperasi 24 jam penuh, hampir seluruhnya telah memiliki Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam. Standar fasilitas dan pelayanan kesehatan pun telah memenuhi ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Langkah-langkah tersebut mempertegas komitmen Sutriyani Lumula untuk memastikan setiap warga Boalemo, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan kesehatan yang layak, cepat, dan manusiawi.
Di tengah tantangan anggaran dan geografis daerah, Sutriyani menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat program-program prioritas seperti peningkatan gizi masyarakat, imunisasi, pengendalian penyakit menular, hingga digitalisasi layanan kesehatan di Puskesmas.
“Apresiasi dari DPRD Provinsi Gorontalo tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Kami ingin menjadikan Boalemo sebagai daerah yang sehat, tangguh, dan berdaya saing,” tegasnya.













