Poota.id – Di jantung Kota Tilamuta, Kabupaten Boalemo, ada seorang pria yang tetap teguh menjalani usaha warisan dari almarhum bapaknya. Dialah Riyan, lulusan sarjana pendidikan dan guru honorer sekaligus penjual jagung bakar yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga setempat. Meskipun hidup tidak selalu mudah, Riyan tetap berjualan jagung bakar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan melanjutkan perjuangan almarhum bapaknya.
Riyan mengungkapkan bahwa berjualan jagung bakar adalah usaha yang ia teruskan setelah ayahnya meninggal dunia. Sebelumnya, bapaknya adalah satu-satunya penjual jagung bakar di kota tersebut. Meskipun omset yang didapatkan dari berjualan jagung bakar tidaklah besar, Riyan tetap merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Usaha ini sudah seperti darah daging saya, dan meskipun pendapatannya tidak selalu besar, saya merasa puas bisa melanjutkan usaha bapak,” ujar Riyan.
Rutinitas harian Riyan dimulai setelah pulang dari mengajar di sekolah tempatnya mengabdi. Sebagai seorang guru honorer di daerah terpencil di Kabupaten Boalemo, tepatnya di Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Riyan tidak hanya mengajar tetapi juga membagi waktunya untuk berjualan jagung bakar. Setelah istirahat sejenak, Riyan mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk berjualan pada pukul 5 sore. Setiap hari, ia menjalani rutinitas ini dengan tekun dan penuh semangat, meskipun tantangan hidup tidak jarang menguji kesabarannya.
Cuaca hujan yang sering mengguyur wilayah Boalemo menjadi salah satu tantangan besar bagi Riyan. Pada saat hujan, pembeli sangat jarang datang, sehingga omset yang didapatkan bisa menurun drastis. “Biasanya, pendapatan saya per malam bisa mencapai 300 ribu. Namun, selama bulan Januari ini, pendapatan saya hanya sekitar 100 ribu per malam,” kata Riyan.
Selain cuaca, sulitnya mendapatkan pasokan jagung manis dari petani juga menjadi masalah yang sering dihadapi Riyan. Hal ini tentu berpengaruh pada kualitas dan jumlah jagung bakar yang bisa ia jual. Namun, meskipun begitu, Riyan tidak pernah menyerah dan terus berusaha mencari solusi agar usahanya tetap berjalan.
Keinginan Riyan untuk terus bertahan berjualan jagung bakar tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh rasa cinta dan hormatnya terhadap usaha yang telah dibangun oleh bapaknya. Rian ingin melestarikan warisan keluarga ini agar bisa terus dinikmati oleh masyarakat Boalemo. “Saya berjualan bukan hanya untuk mencari uang, tetapi juga untuk menjaga kenangan tentang bapak dan usaha yang beliau bangun,” ungkapnya penuh haru.
Meski hidup penuh tantangan, semangat Riyan untuk terus maju patut diacungi jempol. Dia adalah contoh nyata bahwa dengan ketekunan, kerja keras, dan rasa tanggung jawab yang tinggi, segala rintangan bisa dihadapi. Semoga usaha jagung bakar Rian semakin berkembang dan bisa memberikan manfaat lebih bagi dirinya dan keluarga.
Penulis: Fadli







