Poota.id, Boalemo – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit difteri yang masih mengancam, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Difteri merupakan penyakit menular serius yang dapat menyebabkan demam tinggi, kesulitan bernapas, hingga pembengkakan pada leher, dan berisiko fatal bila tidak segera ditangani, Jumat (2/5/2025)
Sutriyani menekankan pentingnya imunisasi sebagai benteng pertahanan utama anak-anak terhadap penyakit berbahaya ini.
“Difteri bisa sangat mematikan, apalagi bagi anak-anak yang belum diimunisasi. Karena itu, imunisasi DPT-HB-Hib sangat penting untuk diberikan pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan,” ujar Sutriyani.
Imunisasi DPT-HB-Hib sendiri merupakan vaksin kombinasi yang melindungi dari lima penyakit sekaligus: difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b, penyebab infeksi serius seperti meningitis.
Sutriyani juga mengimbau para orang tua yang anaknya belum mendapat vaksin sesuai jadwal agar tidak panik, karena masih bisa mengikuti imunisasi kejar di fasilitas layanan kesehatan terdekat.
“Kalau ada yang ketinggalan jadwal, jangan khawatir. Bisa datang ke puskesmas untuk imunisasi kejar. Cegah sebelum terlambat, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Boalemo terus mendorong program imunisasi rutin dan kejar sebagai bagian dari upaya melindungi generasi masa depan dari ancaman penyakit menular. Masyarakat diimbau untuk aktif mencari informasi di puskesmas terdekat dan mengikuti program imunisasi nasional yang tersedia secara gratis.(*)













