Poota.id, Gorontalo – Seorang ekonom sekaligus akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo, Asral Kelvin Sahrain mengusulkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo mulai mengalihkan pengelolaan keuangannya ke bank berbasis syariah. Hal ini diungkapkan untuk merespons polemik hasil RUPS Bank Sulutgo yang dinilai tidak memuaskan.
Beralihnya Pemda ke Bank Syariah menurutnya akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah dan memperluas inklusi keuangan di tengah masyarakat.
“Sudah saatnya Gorontalo menjadi pelopor ekonomi syariah di wilayah timur Indonesia. Salah satu langkah konkret adalah memindahkan pengelolaan kas daerah dan pembiayaan ke bank syariah,” ujarnya.
Bank Syariah, Pilar Ekonomi Inklusif
Lebih lanjut Kata Asral, Bank syariah bukan sekadar alternatif lembaga keuangan, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh sistem perbankan konvensional. Dengan prinsip keadilan, transparansi, dan tanpa riba, bank syariah menawarkan pendekatan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai lokal dan keagamaan masyarakat Gorontalo.
Beberapa manfaat nyata dari kehadiran bank syariah di daerah antara lain:
Peningkatan Akses Pembiayaan: Menjangkau pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil yang selama ini sulit mendapat pinjaman.
Dukungan untuk UMKM: Mendorong pertumbuhan sektor riil melalui pembiayaan berbasis kemitraan, bukan bunga.
Penguatan Literasi Keuangan Syariah: Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Menekan angka kemiskinan dan membuka peluang usaha baru di berbagai sektor produktif.
Sejarah dan Perkembangan Bank Syariah di Indonesia
Perjalanan bank syariah di Indonesia dimulai sejak 1991 dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia. Kemudian disusul oleh Bank Syariah Mandiri pada 1999. Saat ini, bank syariah telah memasuki era digital dengan layanan modern dan jangkauan yang semakin luas. Bahkan, Bank Syariah Indonesia (BSI) kini menjadi pemain utama dengan jaringan nasional, termasuk di Gorontalo.
Sejumlah tokoh nasional turut berkontribusi dalam perkembangan ini, di antaranya Mohammad Hatta dan ekonom syariah Adiwarman Karim, yang mendorong integrasi nilai-nilai syariah dalam sistem keuangan nasional.
Dukungan Infrastruktur: Bank Syariah Hadir di Gorontalo
Beberapa lembaga perbankan syariah saat ini telah hadir dan aktif di Gorontalo:
Bank Muamalat Indonesia (BMI), sebagai pionir bank syariah di Indonesia.
Bank Syariah Indonesia (BSI), yang kini memiliki kantor representatif di kawasan strategis seperti Bundaran Saronde.
Langkah Nyata Menuju Ekonomi Syariah Daerah
Pengalihan kas daerah ke bank syariah tidak hanya berdampak pada aspek keuangan, tetapi juga memberikan sinyal kuat bahwa Pemda Gorontalo serius membangun sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Jika diterapkan dengan baik, langkah ini berpotensi menjadikan Gorontalo sebagai model pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.













