Poota.id, Boalemo – Pemerintah Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, menggelar rapat kerja dan tatap muka bersama Penjabat Kepala Desa Polohungo, Iskandar Djibu, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan ini membahas sejumlah isu strategis, termasuk transparansi penggunaan Dana Desa, revitalisasi BUMDes, dan penanganan keluhan masyarakat terkait kebisingan mesin pengering jagung di gudang jagung Polohungu.
Acara ini dihadiri kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat adat, pengurus PKK desa, kader posyandu, dasa wisma, dan unsur pendidikan.
Penjabat Kepala Desa Polohungo, Iskandar Djibu, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Ia menyampaikan progres dan realisasi anggaran yang telah dilaksanakan pada awal tahun 2025.
“Kami ingin masyarakat mengetahui ke mana dana desa digunakan. Ini bentuk komitmen kami terhadap pemerintahan yang bersih,” ujar Penjabat Kades.
Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pemerintah desa berencana melakukan rekonsiliasi internal pengurus dan percepatan pencairan anggaran ketahanan pangan desa.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program peternakan dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak ekonomi kepada warga.
Camat Dulupi, Acon Pomantolo, turut menitipkan program inovatif kecamatan berupa pengembangan bank sampah desa yang bertujuan mengelola sampah rumah tangga secara produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan menyampaikan harapan agar Desa Polohungo mendukung penuh lomba PKK tingkat provinsi tahun 2025, khususnya kategori PAREDI (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Ekonomi Desa Inovatif). Sinergi antara PKK, dasa wisma, dan pemerintah desa sangat diharapkan.
Menjawab keluhan warga yang selama ini terganggu oleh kebisingan mesin pengering jagung milik perusahaan penampungan di Desa Polohungu, pemerintah desa menyampaikan rencana untuk melakukan kunjungan dan dialog langsung dengan pihak perusahaan.
“Kami tidak tinggal diam. Pemerintah desa akan turun langsung agar suara masyarakat didengar dan dicarikan solusi terbaik,” tegas Penjabat Kepala Desa.
Masyarakat diberikan ruang menyampaikan kritik, saran, pertanyaan, serta solusi konkret terkait permasalahan desa yang sempat mencuat ke media beberapa waktu lalu.
Iskandar menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap bentuk kritik dan akan segera menindaklanjuti hasil rapat kerja ini di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif.
” Rapat kerja Desa Polohungo tahun 2025 membuktikan bahwa desa mampu menjadi ruang diskusi terbuka yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan fokus pada transparansi anggaran, penguatan ekonomi desa melalui BUMDes, dan solusi terhadap isu lokal, Desa Polohungo menegaskan diri sebagai desa yang siap berkembang dan responsif terhadap kebutuhan warganya,” pungkasnya (*)













