Daerah  

Wonosari Diterjang Banjir, Bupati Rum Pagau: “Ini Saatnya Kita Bersatu, Bukan Saling Menyalahkan”

Boalemo, 11 April 2025 – Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, kini berada dalam status darurat bencana. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah ini terus diguyur hujan deras yang memicu banjir bandang dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur serta pemukiman warga.

Sejumlah fasilitas umum tak luput dari amukan banjir. Jembatan penghubung antara Desa Saritani dan Desa Pangea dilaporkan roboh, sementara jembatan di Desa Harapan ikut ambruk setelah terjangan arus kuat pada Jumat (11/4/2025). Selain itu, bangunan sekolah dan pusat layanan kesehatan juga mengalami kerusakan cukup serius.

Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian materil yang dialami masyarakat mencapai angka signifikan. Lahan pertanian dan perkebunan banyak yang gagal panen, sementara beberapa rumah warga hanyut terbawa arus.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau turun langsung ke lokasi terdampak sejak pagi hari. Ia meninjau kondisi warga sekaligus memantau kerusakan fasilitas umum. Dalam kesempatan itu, Rum Pagau menyerukan agar seluruh pihak tetap solid dan fokus pada langkah penyelamatan serta pemulihan.

Baca Juga :  9 Kepala Desa di Boalemo Dikukuhkan Perpanjangan Jabatan Hingga 2026, Bupati Boalemo Tegaskan Ini

“Ini bukan saatnya mencari siapa yang salah, tapi bagaimana kita bersama-sama mencari solusi. Saya minta semua pihak bergandengan tangan untuk membantu warga yang terdampak,” tegas Rum Pagau.

Bupati Rum juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR melalui BWSS II Gorontalo serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurutnya, langkah penanganan harus mencakup mitigasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca bencana secara berkelanjutan.

Upaya koordinasi lintas instansi sebenarnya telah dilakukan sejak awal tahun. Pada 17 Januari 2025, Bupati Rum Pagau sempat bertemu Kepala BWSS II Gorontalo, Ali Rahmat, ST., MT., membahas sejumlah program strategis bagi Kabupaten Boalemo.
Program tersebut meliputi review pola PSDA WS Paguyaman senilai Rp1,5 miliar, rehabilitasi intake dan jaringan transmisi air baku Rumbia, serta pemutakhiran peta daerah irigasi dengan anggaran Rp987 juta.

“Kami berharap pengelolaan DAS Paguyaman segera menjadi prioritas penanganan teknis dan penganggaran. Karena dari sanalah sumber utama permasalahan banjir ini bermula,” ungkap Rum Pagau.

Dengan semangat kolaborasi, Bupati menegaskan bahwa penanggulangan bencana di Wonosari bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan juga komitmen bersama lintas sektor dan tingkatan pemerintahan.

“Kita akan bangun kembali Wonosari dengan semangat gotong royong. Pemerintah hadir, masyarakat juga harus ikut bergerak,” pungkasnya penuh harap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *