Poota.id, Boalemo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Boalemo sejak Kamis (10/4) hingga Jumat (11/4) menyebabkan meluapnya aliran sungai di Kecamatan Dulupi. Akibatnya, satu desa terdampak banjir dengan total 55 kepala keluarga (KK) atau 165 jiwa terdata menjadi korban terdampak.
Dari laporan masyarakat setempat hujan mulai turun pada Jumat (11/4/2025) sore dan terus berlangsung dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara itu, desa-desa lain di Kecamatan Dulupi tidak mengalami dampak langsung dari banjir.
Desa yang terdampak yakni Desa Dulupi, sedangkan tujuh desa lain—Tangga Barito, Tangga Jaya, Pangi, Tanah Putih, Polohungo, Kotaraja, dan Tabongo terinformasi aman.
Banjir ini juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum akibat erosi di pinggiran sungai. Dua fasilitas terdampak yakni MTS Al-Khairat Dulupi dan instalasi PDAM Kecamatan Dulupi.
Tim gabungan dari Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten, BPBD, TNI/Polri, relawan Tagana, TKSK, serta aparat desa bergerak cepat untuk melakukan pendataan, evakuasi barang-barang penting, dan koordinasi lanjutan.
Sementara itu, masyarakat yang terdampak belum direlokasi ke tempat pengungsian. Penyaluran logistik darurat pun belum dilakukan hingga berita ini diterbitkan. Namun demikian, kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji bagi warga terdampak.
Pemerintah Kecamatan Dulupi bersama relawan lokal terus melakukan pemantauan di lapangan. Pemerintah Provinsi Gorontalo dan instansi terkait juga telah dikoordinasikan guna mempercepat bantuan dan pemulihan pascabencana.













