Poota.id, Boalemo – Kabar baik datang dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boalemo. Hingga minggu pertama September 2025, tidak ditemukan adanya kasus kematian akibat penyakit campak di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Tim Kerja Imunisasi Dinkes Boalemo, Ketut Arthanaya, sebagai bagian dari upaya edukasi dan advokasi publik terkait pentingnya imunisasi lengkap.
“Untuk kasus campak yang ada di Kabupaten Boalemo dari minggu pertama sampai dengan saat ini, Alhamdulillah tidak ada kasus kematian,” ujar Ketut, Senin (1/9/2025).
Meski begitu, Ketut tidak menutup mata terhadap masih adanya keraguan di masyarakat terkait efektivitas vaksin campak. Sebagian warga, katanya, masih mempertanyakan mengapa anak yang sudah diimunisasi tetap bisa tertular penyakit tersebut.
“Ada beberapa juga pertanyaan yang muncul terkait apakah ketika anak sudah diimunisasi campak masih bisa kena campak juga. Ini pertanyaan yang sering muncul di masyarakat dan menjadi salah satu alasan masih adanya penolakan imunisasi,” jelasnya.
Menurut Ketut, hal tersebut menunjukkan masih kurangnya pemahaman publik tentang cara kerja vaksin. Ia menegaskan bahwa imunisasi tidak memberikan perlindungan mutlak 100 persen, tetapi secara signifikan mampu menurunkan risiko tertular maupun mengalami komplikasi berat akibat penyakit campak.
“Perlu kami jelaskan bahwa walaupun imunisasi campak sudah lengkap, banyak faktor yang mempengaruhi efektivitasnya, termasuk efikasi vaksin itu sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa vaksin campak diberikan dalam tiga tahap, yaitu saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan ketika duduk di kelas 1 SD. Jika anak hanya mendapatkan satu dosis, efektivitas perlindungan terhadap virus campak hanya berkisar 85–90 persen. Namun, jika ketiga dosis diberikan secara lengkap, perlindungan meningkat menjadi 95–99 persen.
“Kalau cuma dapat satu dosis, efikasinya hanya 85 sampai 90 persen. Tapi dengan dosis kedua dan ketiga, tingkat perlindungan bisa mencapai 95 hingga 99 persen. Ini yang kita harapkan bisa dipahami masyarakat,” tegasnya.
Melalui edukasi ini, Dinas Kesehatan Boalemo berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi semakin meningkat. Dinkes menekankan bahwa imunisasi lengkap merupakan bentuk perlindungan terbaik terhadap campak yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan risiko tinggi bagi anak-anak.
“Harapan kami, masyarakat tidak lagi ragu. Imunisasi bukan hanya melindungi anak sendiri, tapi juga membantu menciptakan kekebalan kelompok di masyarakat,” pungkas Ketut.
Dengan upaya edukasi yang konsisten, Dinas Kesehatan Boalemo menargetkan peningkatan cakupan imunisasi rutin lengkap pada tahun 2025, serta menekan risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak di masa mendatang.













