Poota.id, Boalemo — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengajak seluruh masyarakat Boalemo untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) sebagai langkah penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurut Sutriyani, kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan. Tanpa tubuh yang sehat, seseorang akan kesulitan untuk beraktivitas, bekerja, maupun berkontribusi dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui program inovatif seperti Posyandu ILP.
“Posyandu ILP bukan hanya tempat menimbang balita atau imunisasi, tetapi pusat layanan kesehatan terpadu untuk semua kelompok usia — mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil, orang dewasa, hingga lansia,” jelas Sutriyani Lumula, saat ditemui di Boalemo, Selasa (21/10/2025).
Di Posyandu ILP, masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan seperti pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan gizi, deteksi dini penyakit, hingga konseling kesehatan secara gratis atau dengan biaya yang sangat terjangkau. Program ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang diintegrasikan dengan sistem layanan primer nasional.
Sutriyani menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan Posyandu ILP memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
- Meningkatkan Derajat Kesehatan
Dengan rutin memeriksakan diri di Posyandu ILP, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Penyakit bisa dicegah atau ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi lebih serius. “Anak-anak juga tumbuh sehat, tidak stunting, dan lebih siap menjadi generasi unggul,” ujar Sutriyani. - Meningkatkan Produktivitas
Kesehatan yang baik berbanding lurus dengan kemampuan seseorang untuk bekerja dan beraktivitas. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, mampu berdaya saing, dan tidak mudah terbebani oleh penyakit. - Berdampak pada Peningkatan Pendapatan
Dengan meningkatnya produktivitas, pendapatan keluarga pun ikut naik. Selain itu, biaya kesehatan dapat ditekan karena masyarakat lebih fokus pada pencegahan daripada pengobatan. “Kesehatan yang terjaga akan membantu keluarga mengalokasikan pengeluaran untuk hal-hal produktif seperti pendidikan dan usaha,” tambah Sutriyani. - Menurunkan Kemiskinan
Sutriyani menilai bahwa kesehatan juga menjadi faktor penting dalam menurunkan angka kemiskinan. “Masyarakat yang sehat lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan membangun ekonomi keluarga. Posyandu ILP menjadi pintu keluar dari lingkaran kemiskinan karena ia memperkuat pondasi kesejahteraan dari sisi kesehatan,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Boalemo berkomitmen menjadikan Posyandu ILP sebagai bagian dari budaya hidup sehat masyarakat. Setiap desa diharapkan dapat memperkuat kegiatan Posyandu dengan melibatkan kader kesehatan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat agar pelayanan benar-benar menyentuh semua kalangan.
“Mari kita jadikan Posyandu ILP sebagai gerakan bersama. Ajak keluarga, tetangga, dan sahabat untuk hadir. Dengan ikut Posyandu ILP, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tapi juga membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat Boalemo,” tutup Sutriyani Lumula.
Melalui komitmen ini, Dinas Kesehatan Boalemo berharap seluruh masyarakat dapat memahami bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan Posyandu ILP, masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga produktif dan sejahtera.
“Mari Sehat bersama Posyandu ILP, Produktif untuk Keluarga, dan Sejahtera untuk Bangsa,” imbuhnya.













