Poota.id, Bone Bolango— Tokoh aktivis dan pemerhati kebijakan publik, Fahrul Wahidji, menyerukan agar Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango segera merangkul akademisi serta kalangan berakal sehat dalam proses pemerintahan dan perumusan kebijakan daerah.
Seruan ini disampaikan Fahrul sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya gonjang-ganjing stabilitas politik yang dipicu oleh ketegangan antara pendukung kedua pimpinan daerah.
- Stabilitas Daerah dan Kisruh Politik Pendukung
Fahrul Wahidji menilai bahwa ketidakstabilan yang bersumber dari gesekan antara pendukung Bupati dan Wakil Bupati telah mengganggu fokus utama pemerintah daerah.
“Energi pemerintah daerah seharusnya dicurahkan penuh untuk pembangunan dan pelayanan publik, bukan untuk meredam konflik politik antarpendukung. Keharmonisan antara pemimpin daerah adalah kunci stabilitas. Jika elite terus gaduh, masyarakatlah yang rugi,” tegas Fahrul Wahidji.
- Krisis Penasihat dan Kebijakan Berbasis Bukti
Ia juga mengkritik adanya krisis penasihat objektif di lingkaran kekuasaan Bone Bolango. Menurutnya, peran akademisi dan pemikir independen kini semakin tersisih dalam proses pengambilan keputusan strategis.
“Penyelesaian masalah Bone Bolango memerlukan ilmu pengetahuan, data valid, dan objektivitas. Para akademisi dan intelektual harus digandeng agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis bukti, terukur, dan tidak didorong oleh kepentingan sesaat atau asumsi belaka,” lanjutnya.
- Penempatan Jabatan Berdasarkan Kompetensi, Bukan Kedekatan
Poin paling tajam yang disampaikan Fahrul Wahidji menyangkut perlunya reformasi birokrasi yang berbasis meritokrasi. Ia mendesak agar jabatan strategis diisi oleh orang-orang yang berpendidikan, profesional, dan memiliki integritas moral.
“Birokrasi ini harus diisi dengan orang-orang yang berpendidikan dan berakal sehat. Kita harus menghentikan budaya menempatkan ‘orang menjilat’ atau ‘orang berkepentingan’ yang hanya merusak sistem dan melahirkan kebijakan bias. Bone Bolango butuh birokrat dan teknokrat profesional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Fahrul Wahidji berharap Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango dapat segera mengambil langkah nyata membangun tim penasihat yang kuat dan independen, memperkuat kolaborasi dengan akademisi dan masyarakat sipil, serta mengedepankan rekonsiliasi politik demi terwujudnya Bone Bolango yang damai, stabil, dan berorientasi pada kemajuan rakyat.













