Poota.id, Gorontalo – Sejumlah tokoh dan pelaku olahraga di Kabupaten Gorontalo angkat suara terkait maraknya indikasi pemanfaatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk kepentingan pribadi maupun politik menjelang Musorkab KONI yang direncanakan berlangsung Agustus 2025 mendatang.
Salah satu tokoh olahraga senior, Sumarno Suleman, menegaskan bahwa KONI adalah wadah pembinaan semua cabang olahraga, bukan tempat mencari keuntungan pribadi atau kendaraan politik.
“Mungkin jauh lebih terhormat keluar dari KONI daripada tinggal di dalam hanya untuk kepentingan pribadi. KONI itu untuk pembinaan atlet dan cabor, bukan alat politik,” tegas Sumarno, Rabu (18/6/2025).
Sumarno yang dikenal sebagai pelatih kempo pertama di Gorontalo itu menyampaikan keprihatinannya atas munculnya sejumlah pihak yang mulai menyusun agenda politik dengan menyusup ke dalam struktur organisasi KONI.
“Tahun politik memang masih lama, tapi sudah ada oknum yang mempersiapkan diri menjadikan KONI sebagai kendaraan politik. Padahal KONI itu sangat strategis karena punya jaringan luas hingga ke tingkat bawah,” ungkapnya.
Menurut Sumarno, agar prestasi olahraga di Kabupaten Gorontalo dapat meningkat, diperlukan pengurus KONI yang benar-benar fokus dan punya komitmen terhadap dunia olahraga, bukan yang memiliki kepentingan di luar itu.
Ia juga menyarankan agar dalam kepengurusan KONI ke depan, lebih banyak melibatkan para mantan atlet berprestasi daripada tokoh-tokoh yang hanya muncul karena musyawarah sudah dekat.
“Kalau memang ingin olahraga Gorontalo maju, maka libatkan para mantan atlet dan pelaku olahraga yang punya dedikasi, bukan Kepala Dinas yang super sibuk atau politisi musiman,” tambahnya.
Sumarno berharap Musorkab KONI Kabupaten Gorontalo nanti bisa melahirkan kepengurusan yang bersih, profesional, dan benar-benar peduli terhadap pembinaan olahraga di daerah.(*)













