Poota.id, Boalemo – Kasus dugaan perjalanan dinas (perdis) fiktif anggota DPRD Boalemo periode 2019–2024 terus bergulir. Meski sejumlah pejabat dan staf Sekretariat Dewan telah dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo, hingga kini para legislator belum juga diperiksa.
Kondisi ini memicu sorotan dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Boalemo (AMMPB). Setelah menggelar aksi demonstrasi pada Kamis kemarin, siang tadi, Jumat (3/10/2025), AMMPB mendatangi langsung Kejari Boalemo untuk menyerahkan bukti tambahan terkait dugaan perdis fiktif tahun 2020–2022.
“Hari ini kami menyerahkan bukti pendukung atas kasus dugaan perdis fiktif DPRD Boalemo kepada Kejari Boalemo,” tegas Koordinator AMMPB, Sahril Tialo, usai pertemuan dengan pihak kejaksaan.
Dalam kesempatan itu, Sahril mendesak Kejari Boalemo agar segera memeriksa anggota DPRD yang diduga terlibat. Menurutnya, penegakan hukum akan kehilangan kepercayaan publik jika persoalan ini berlarut-larut.
“Segera periksa aleg yang diduga terlibat perdis fiktif, agar masyarakat masih bisa percaya terhadap penegakan hukum di Boalemo,” ujarnya.
Sahril juga menyampaikan bahwa Kejari Boalemo berkomitmen menyelesaikan perkara ini tanpa pandang bulu. “Pak Kejari sudah menyampaikan akan menuntaskan kasus ini secara objektif. Dan akan memeriksa siapapun yang terlibat dugaan perdis fiktif,” ungkapnya.
Kasus dugaan perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo tahun 2020–2022 disebut merugikan keuangan daerah hingga ratusan juta rupiah. Publik kini menanti langkah nyata Kejari Boalemo untuk membuktikan komitmennya dalam menuntaskan kasus ini.













