Dinkes Boalemo Apresiasi Inovasi Puskesmas Dulupi dan Botumoito, Raih Prestasi Gemilang Cegah Stunting dan Tekan Angka Kematian Ibu-Anak

Poota.id, Boalemo – Dunia kesehatan Boalemo kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo berhasil meraih penghargaan dalam ajang Seleksi Inovasi Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2025, berkat terobosan kreatif mereka dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Puskesmas Dulupi berhasil meraih peringkat terbaik ke-3 melalui inovasi bertajuk “Peri Cantik” (Pendampingan Dokter Gigi Cegah Stunting), sementara Puskesmas Botumoito menempati peringkat ke-6 lewat program “Kemilau Cinta” (Kelas Ibu Hamil Andalan Utama Cegah Kematian Ibu dan Anak).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau dan Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, pada apel Korpri yang digelar di Alun-Alun Tilamuta, Jumat (17/10/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, memberikan apresiasi tinggi atas capaian kedua puskesmas tersebut. Ia menilai inovasi yang lahir dari tenaga kesehatan di lapangan menunjukkan semangat besar dalam mendukung agenda Boalemo Sehat dan Bebas Stunting.

“Kami sangat bangga atas capaian Puskesmas Dulupi dan Botumoito. Inovasi seperti Peri Cantik dan Kemilau Cinta membuktikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya bisa inovatif, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Sutriyani Lumula.

Menurutnya, program Peri Cantik menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan kesehatan gigi dan mulut dapat berperan penting dalam pencegahan stunting. Gizi anak dan kesehatan mulut memiliki keterkaitan erat, karena infeksi gigi dan gusi dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak.

Baca Juga :  Fahrul Wahidji Minta Kapolda Gorontalo Copot Kapolres Bone Bolango

Sementara itu, program Kemilau Cinta dari Puskesmas Botumoito menjadi simbol komitmen terhadap keselamatan ibu dan anak. Melalui kelas ibu hamil, tenaga kesehatan memberikan pendampingan, edukasi, serta pemantauan intensif terhadap kondisi kehamilan untuk mencegah risiko kematian ibu dan bayi.

Sutriyani Lumula menyebut, Dinas Kesehatan Boalemo akan mendorong agar inovasi yang terbukti efektif ini direplikasi ke seluruh puskesmas di wilayah kabupaten. Ia juga berkomitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan ide-ide kreatif.

“Inovasi daerah seperti ini harus terus kita dorong dan fasilitasi. Kami ingin setiap puskesmas memiliki program unggulan yang berakar dari kebutuhan masyarakat setempat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sutriyani menegaskan bahwa capaian ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam transformasi layanan kesehatan primer yang menempatkan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif.

Peri Cantik (Pendampingan Dokter Gigi Cegah Stunting)
Program unggulan Puskesmas Dulupi ini berfokus pada pendampingan kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak dan ibu hamil. Melalui pemeriksaan rutin, edukasi gizi, dan perawatan mulut sejak dini, program ini terbukti mendukung upaya pencegahan stunting secara menyeluruh.

Kemilau Cinta (Kelas Ibu Hamil Andalan Utama Cegah Kematian Ibu dan Anak)
Inovasi Puskesmas Botumoito menghadirkan ruang pembelajaran bagi ibu hamil agar memahami tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan rutin, serta pola hidup sehat selama kehamilan. Program ini memperkuat peran keluarga dan kader kesehatan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

Baca Juga :  Dinkes Boalemo Pastikan Nol Kematian Campak, Imunisasi Jadi Kunci Perlindungan Anak

Keberhasilan dua puskesmas tersebut menjadi bukti nyata bahwa Boalemo terus berbenah dan berinovasi di bidang kesehatan. Dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan, inovasi berbasis masyarakat seperti ini diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian Boalemo Sehat 2025.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan hati dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat,” tutup Sutriyani Lumula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *