Dinkes Boalemo Perkuat Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan Lewat Pelatihan ANC Terintegrasi

Poota.id, Boalemo — Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar menggelar Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terintegrasi dan Penggunaan USG Dasar Obstetri Terbatas tingkat Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Boalemo, Sutriyani N. Lumula, SST., M.Kes, di Hotel Grand Q, Senin (24/11/2025).

Sutriyani menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) di daerah. Menurutnya, meski angka kematian ibu di Indonesia telah menurun, pencapaiannya masih tertinggal dibanding negara lain di Asia Tenggara.

“Kunci menekan kematian ibu adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini dan layanan ANC yang benar-benar berkualitas. Semua ibu hamil harus terdeteksi lebih awal jika memiliki risiko komplikasi,” tegas Sutriyani.

Baca Juga :  Bantah Tuduhan Oknum Aktivis, Aldy Ibura: 83 Kepala Keluarga Terpaksa Berhentikan Aktivitas Menambang

Ia menjelaskan, sejumlah faktor risiko seperti hipertensi, preeklamsia, anemia, diabetes, malnutrisi, serta penyakit infeksi masih menjadi penyebab dominan komplikasi kehamilan. Karena itu, kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan terintegrasi, termasuk pemanfaatan USG, sangat penting.

Sutriyani juga mengingatkan bahwa hanya 7% puskesmas di Indonesia yang memiliki fasilitas USG, dan sebagian besar layanan ANC masih diberikan oleh bidan. Melalui pelatihan ini, pihaknya berharap tenaga kesehatan di Boalemo, dokter, bidan, dan perawat, lebih siap memberikan layanan standar sesuai pedoman ANC terbaru.

“Pelayanan ANC sekarang menekankan kolaborasi dokter dan bidan. Pemeriksaan minimal enam kali selama kehamilan, termasuk dua kali oleh dokter, harus benar-benar dipenuhi. Dokter wajib melakukan anamnesis mendalam, pemeriksaan fisik lengkap, dan USG dasar untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi,” jelasnya.

Pelatihan ini juga menggarisbawahi pentingnya pencatatan terintegrasi melalui Buku KIA edisi revisi 2022, penguatan jejaring rujukan, hingga kesiapan fasilitas PONED di tingkat puskesmas.

Baca Juga :  Desak PT. Gorontalo Mineral Hentikan Aktivitas, Tim 20: Patuhi Surat Rekomendasi Gubernur

Dengan pelatihan tersebut, Dinas Kesehatan Boalemo menargetkan peningkatan kemampuan deteksi dini komplikasi obstetri, pencegahan risiko, serta pelayanan rujukan yang lebih cepat dan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *