Dinkes Boalemo Evaluasi Program Penyehatan Lingkungan 2025, Perkuat Rencana Kerja Puskesmas 2026

Poota.id, Boalemo – Dinas Kesehatan melakukan evaluasi Program Penyehatan Lingkungan Tahun 2025 sekaligus memaparkan rencana kerja program penyehatan lingkungan puskesmas untuk Tahun 2026, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kebijakan kesehatan masyarakat berbasis lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Boalemo, Sutriyani Lumula, menegaskan bahwa penyehatan lingkungan merupakan aspek fundamental dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, penguatan penyehatan lingkungan harus menjadi fokus utama layanan kesehatan dasar, khususnya di tingkat puskesmas.

“Penyehatan lingkungan adalah upaya strategis untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat sehingga mampu menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan,” ujar Sutriyani Lumula.

Ia menjelaskan, ruang lingkup program penyehatan lingkungan meliputi penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak, seperti air minum aman, jamban sehat, serta pengelolaan air limbah. Selain itu, pengelolaan sampah melalui pemilahan, pengurangan, daur ulang, hingga pembuangan yang benar juga menjadi perhatian utama.

Baca Juga :  Pesisir Boalemo Darurat Sampah, Pemda Didesak Jadikan Program Prioritas

Program tersebut juga mencakup perumahan dan permukiman sehat, dengan indikator ventilasi yang cukup, pencahayaan yang baik, serta kepadatan hunian yang wajar. Di sisi lain, pengendalian vektor penyakit seperti nyamuk, tikus, dan hama lainnya terus diperkuat untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Dalam aspek keamanan pangan dan lingkungan, Dinas Kesehatan mendorong peningkatan higiene makanan serta pengawasan penggunaan bahan berbahaya.

Upaya ini didukung melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Melalui evaluasi program tahun 2025 dan perencanaan kerja tahun 2026, Dinas Kesehatan Boalemo berharap seluruh puskesmas mampu mengimplementasikan program penyehatan lingkungan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca Juga :  FPKG Apresiasi Kejari Bone Bolango Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan PAD Pabrik Es Inengo

“Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan seperti diare, DBD, dan ISPA, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” tutup Sutriyani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *