Poota.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo kembali menjadi sorotan publik setelah dikabarkan melakukan pembelian mobil dinas baru untuk Bupati dan Wakil Bupati, di tengah narasi efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan.
Salah satu kritik tajam datang dari tokoh muda dan pengamat kebijakan publik Boalemo, Nanang Syawal. Ia mempertanyakan urgensi pembelian kendaraan dinas tersebut, apalagi dalam situasi fiskal daerah yang tengah menuntut pengetatan anggaran.
“Ini ironis. Di satu sisi pemerintah bicara soal efisiensi, pemangkasan kegiatan, dan pengendalian belanja. Tapi di sisi lain, justru membeli mobil dinas baru untuk kepala daerah. Di mana letak keberpihakannya pada rakyat?” ujar Nanang dalam pernyataannya kepada Poota.id, Rabu (23/07/2025).
Nanang menilai langkah tersebut menunjukkan inkonsistensi dalam praktik pengelolaan anggaran daerah. Menurutnya, jika memang prinsip efisiensi dijadikan acuan, maka belanja-belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seharusnya menjadi prioritas untuk dikaji ulang.
“Mobil dinas itu bukan prioritas mendesak. Banyak fasilitas publik yang lebih membutuhkan anggaran, mulai dari layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, hingga dukungan bagi sektor pendidikan dan UMKM lokal,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal sensitivitas sosial, mengingat kondisi masyarakat yang saat ini sedang berjuang dalam situasi ekonomi pasca-pandemi dan beban inflasi daerah.
“Pembelian mobil dinas justru bisa menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat. Pesan moralnya menjadi kabur, apakah kita sedang membangun untuk masyarakat atau memanjakan birokrasi?” tambah Nanang.
Lebih lanjut, ia mendorong DPRD Boalemo agar lebih kritis dalam fungsi pengawasan anggaran dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak bagi kepentingan publik.
“Ini bukan sekadar soal mobil, tapi soal kepekaan. Jika pemerintah tidak mampu membaca emosi dan kebutuhan rakyatnya, maka wibawa kepemimpinan bisa runtuh hanya karena simbol-simbol seperti ini,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Boalemo belum memberikan klarifikasi resmi terkait anggaran pembelian mobil dinas tersebut. (*)













